JawaPos.com - Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, berlomba-lomba membuka akses untuk mahasiswa asing. Di antaranya melalui kelas internasional.
Adanya mahasiswa asing dinilai bisa meningkatkan kualitas keilmuan perguruan tinggi lokal.
Di antara kampus yang berencana menerima mahasiswa asing lewat kelas atau program internasional adalah Universitas Terbuka (UT). Rencana ini disampaikan Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Universitas Terbuka Ainun Na'im.
"Kelas internasional ini bisa untuk warga negara Indonesia di luar negeri, atau warga negara asing juga," kata Ainun kepada wartawan Senin (21/8).
Dia mendukung rencana tersebut. Apalagi UT sudah memiliki perwakilan kampus atau kelompok belajar (pokjar) di berbagai negara. Seperti di Malaysia, Arab Saudi, Taiwan, dan sejumlah negara lainnya. Dia berharap rencana membuka kelas internasional untuk empat prodi berjalan lancar.
Keempat prodi kelas internasional itu adalah Ilmu Hukum, Ekonomi Pembangunan, Akuntasi, dan Manajemen. "Saat ini sedang diurus pengakuan atau akreditasi internasionalnya," kata Rektor UT Ojat Darojat. Menurut dia akreditasi atau pengakuan internasional itu penting. Karena nanti bakal menerima mahasiswa internasional.
Di sela Rapat Pleno MWA UT beberapa waktu lalu, Ojat mengatakan secara SDM, kualitas dosen sudah mencukupi untuk menjalankan kelas internasional. Jika nanti dibutuhkan, Ojat mengatakan siap merekrut dosen-dosen baru. Sesuai dengan namanya, seluruh bahan ajar di kelas internasional nanti menggunakan bahasa Inggris. Termasuk dengan sistem pembelajaran online-nya.
Dengan model pembelajaran online, diharapkan mempermudah warga negara asing untuk kuliah. Karena mereka tetap bisa tinggal di negaranya. Tidak perlu jauh-jauh datang ke Indonesia. Ojat mengakui bahwa semakin banyak mahasiswa asing, dapat meningkatkan kualitas akademik maupun pembelajaran kampus di Indonesia. Sejumlah lembaga survei atau pemeringkatan universitas dunia, juga menjadikan keberadaan mahasiswa asing sebagai indikator penilaian.