Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Agustus 2023 | 14.20 WIB

Digitalisasi Sektor Kesehatan, FKUI Luncurkan Cloud Computing Analytics BDC IMERI-IdeaLab

Jumpa pers daring peluncuran BDC IMERI-IdeaLab FKUI untuk memperkuat komitmen digitalisasi di sektor kesehatan. (RianAlfianto/JawaPos.com). - Image

Jumpa pers daring peluncuran BDC IMERI-IdeaLab FKUI untuk memperkuat komitmen digitalisasi di sektor kesehatan. (RianAlfianto/JawaPos.com).

JawaPos.com - Mengikuti pesatnya perkembangan teknologi, sektor medicine atau kesehatan saat ini juga terus berkembang dengan sangat pesat. Tidak hanya teknologinya itu sendiri, perkembangan di bidang kesehatan juga memaksa para tenaga medis, ilmuwan dan praktisi di bidangnya untuk improve terhadap zaman.

Oleh karenanya, dalam mengikuti perkembangan terkini, Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bersama perusahaan UMG IdeaLab, mengumumkan kehadiran Big Data Center (BDC) IMERI-IdeaLab.

Seperti namanya, BDC IMERI-IdeaLab merupakan platform terintegrasi one stop service. Nantinya, platform digital ini akan mengelola mahadata sektor kesehatan yang diharapkan dapat turut membantu sektor kesehatan di dalam negeri untuk semakin meningkatkan mutu dan layanannya bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan.

Ketua BDC IMERI-IdeaLab Prasandhya Astagiri Yusuf menyampaikan bahwa big data center ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar di bidang penelitian big data kesehatan di Indonesia.

Dia berharap, peluncuran BDC IMERI-IdeaLab ini tidak hanya bermanfaat bagi peneliti bidang kesehatan sebagai pemilik data, tetapi juga peneliti dari luar bidang kesehatan yang memiliki kemampuan dalam menganalisis data untuk menciptakan kolaborasi riset yang berkelanjutan.

"Kami percaya fitur Cloud Computing Analytics ini memiliki konteks besar untuk membantu menganalisis model big data bidang kesehatan dan project Artificial Intelligence dengan cepat dan efisien, serta bermanfaat bagi perkembangan teknologi informasi dan mengoptimalkan Mahadata kesehatan," jelas Prasandhya melalui jumpa pers daring pada Senin (31/7).

Cloud Computing Analytics sendiri diyakini sangat bermanfaat bagi para peneliti dalam bidang kesehatan. Fitur ini dapat digunakan untuk mengembangkan penelitian dari penyimpanan mahadata kesehatan, berkolaborasi dengan peneliti di berbagai bidang mulai dari teknik, ilmu komputer, data sains, hingga menjadi sebuah produk model kecerdasan buatan yang berguna bagi kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, President Commissioner of UMG IdeaLab Kiwi Aliwarga menuturkan harapan yang sama.

Fasilitas BDC data center ini diharapkan dapat mendorong digitalisasi pada sektor kesehatan yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.

"Diharapkan juga ini dapat bermanfaat bagi masyarakat selain bagi pengetahuan di bidang kesehatan itu sendiri," tutur Kiwi.

Artificial Intelligence atau AI dalam sebuah platform Big Data Center IMERI-IdeaLab dikatakan tidak hanya berfungsi untuk menyimpan data, tetapi bisa melakukan katalogisasi data, pelabelan data, hingga analisis data di satu platform yang sama.

Selain itu, hadir dalam seremoni peluncuran BDC IMERI-IdeaLab yakni Direktur IMERI Badriul Hegar. Dirinya mendorong semua pihak yang bergerak di bidang kesehatan baik praktisi dan ilmuwan untuk sama-sama berkolaborasi dan memanfaatkan platform tersebut untuk kemajuan dunia riset di Tanah Air.

"Kita harus membangun kolaborasi profesional. Kita tidak bisa melakukan semua ini sendiri. Yang kita tuju adalah hal yang sama, yakni membangun dan mengawal kapasitas riset di Indonesia dan menciptakan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Tidak lagi persaingan, tapi kompetisi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan dunia kesehatan pada khususnya," kata Badriul Hegar.

Turut memberi sambutan dalam acara tersebut yakni Dekan FKUI Ari Fahrial Syam. Dengan diperkuatnya lagi BDC ini, diharapkan kemampuan di sektor kesehatan di Tanah Air akan semakin baik dan dapat dimanfaatkan lebih baik lagi oleh teman-teman praktisi kesehatan.

"Tidak hanya oleh peneliti FKUI, tapi juga bermanfaat bagi bangsa dan negara, tapi juga global. Saling mengisi satu dengan yang lainnya. BDC bisa dimanfaatkan para peneliti untuk kepentingan risetnya tidak hanya terkait studi, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan masyarakat secara umum baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Dengan dukungan dari banyak pihak, BDC diharapkan bisa menjadi fasilitas data center kesehatan yang memiliki banyak manfaat," tegas Ari.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore