Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juli 2023 | 23.53 WIB

Ariawan Pecahkan Rekor MURI, Jadi Guru Besar Hukum Bisnis Universitas Tarumanegara di Usia 38 Tahun

Profesor Ariawan Gunadi (kiri) bersama Dekan Fakultas Hukum Ahmad Sudiro usai pengukuhan sebagai guru besar di Universitas Tarumanegara. - Image

Profesor Ariawan Gunadi (kiri) bersama Dekan Fakultas Hukum Ahmad Sudiro usai pengukuhan sebagai guru besar di Universitas Tarumanegara.

JawaPos.com - Talenta muda Indonesia tidak ada habisnya. Kali ini ditunjukkan oleh Ariawan Gunadi yang pada Senin (24/7) dikukuhkan menjadi Profesor dan Guru Besar Tetap bidang Hukum Bisnis oleh Universitas Tarumanagara. Ariawan yang tahun ini baru berusia 38 tahun itu meraih rekor MURI sebagai Profesor bidang Hukum Bisnis Termuda di Indonesia.

Ariawan yang kelahiran 19 Maret 1985 itu ingin memberikan bermanfaat untuk masyarakat. Apalagi, dalam pengkuhannya sebagai profesor dan guru besar, banyak anak muda yang hadir. "Tapi bukan berarti saya lebih baik," ujarnya.

Menurutnya, anak muda harus memiliki mimpi yang tinggi. Tidak pernah berhenti meraih mimpi, serta memiliki road map untuk mencapai mimpinya. "Juga memiliki network yang hebat dan passion, paling tidak anda berupaya mendekati yang terbaik," ujarnya.

Dia mengatakan, sebaiknya jangan mengejar mimpi yang membuat tidur. Sebaliknya, mengejar mimpi yang membuat tidak bisa tidur. "Harus punya kemauan lebih besar untuk sukses, daripada ketakutan besar untuk gagal," tuturnya.

Ariawan menunjukkan semangat berkontribusi yang begitu besar. Dalam orasi ilmiahnya, dia memberikan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah Indonesia dalam bidang hukum bisnis.

Dengan tujuan pembaharuan langkah internasional dan menjadi policy maker yang mengutamakan kesetaraan, human rights, dan negara berkembang. "Salah satu rekomendasi saya empty dumping, sudah banyak saya tulis di berbagai media massa," paparnya.

Terkait rekor MURI yang didapatkannya, dia menuturkan bahwa justru Universitas Tarumanagara yang pertama memprosesnya. Memberikan dorongan agar mendapatkan kehormatan penghargaan MURI. "Partner dan universitas mengupayakan," ujarnya.

Rektor Universitas Tarumanagara Agustinus Purna Irawan mengatakan, dengan dikukuhkan Ariawan menjadi profesor baru, harapannya semakin banyak memberikan berkontribusi. Anak-anak muda dan para dosen bisa juga meningkatkan kompetensinya. "Menjadi seorang profesor," paparnya.

Dia menuturkan banyak orang hebat yang mengambil studi di Universitas Tarumanagara. Dari seorang CEO, jenderal, direktur utama, dan pejabat. "Kehadiran Prof Ariawan semakin mendorong banyak pihak studi di sini," paparnya.

Universitas Tarumanagara terus berkontribusi positif dalam berbagai bidang. Karena itu rektor akan mencanangkan Universitas Tarumanagara untuk dunia. "Bukan hanya untuk Indonesia," tegasnya.

Sementara Dekan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara Ahmad Sudiro menuturkan, pihaknya memang mengusulkan ke MURI untuk pencapaian Ariawan. Sebab, Ariawan dinilai membuat rekor dengan usia muda tetapi sudah menjadi guru besar.

"Saya yang bimbing sejak skripsi, sekarang sama-sama guru besar," terangnya.

Menurutnya, langkah mengusulkan Ariawan ke MURI merupakan salah satu upaya memotivasi. Sekaligus, membentuk kultur atau budaya positif di fakultas hukum Universitas Tarumanagara.

"Saya juga challenge dosen muda lainnya. Bisa pecahkan rekor Prof Ariawan yang usia 38 tahun jadi guru besar. Nanti saya berikan penghargaan juga, misalnya umroh," tuturnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore