
KOLABORASI: Ketum Ekskul Jurnalistik dan Fotografi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo Nadira Maysa (empat dari kanan) bersama beberapa anggota ekskul multimedia Senin (27/3) berlatih pengambilan gambar.
JawaPos.com – Pembelajaran pembuatan film di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo berlangsung dalam dua ’’jalur’’. Yaitu, ekstrakurikuler jurnalistik dan fotografi Smamda serta ekstrakurikuler multimedia Smamda. Mereka beraktivitas sesuai dengan fokus dan karakter masing-masing.
Ekskul jurnalistik dan fotografi konsen membuat film dokumenter. Mereka mengulas beragam kegiatan di sekolah. Misalnya, kegiatan Taa’ruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) selama empat hari. ’’Kami filmkan seluruh kegiatannya. Mulai persiapan hingga pelaksanaan, bahkan sampai seluruh rangkaian selesai,’’ ujar Ketua Divisi Jurnalistik Ekskul Jurnalistik dan Fotografi Smamda Daffa Ahmadi kemarin.
Film yang mereka buat dijadikan evaluasi sekaligus acuan pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun mendatang. Yang tidak kalah penting menjadi catatan kenangan. ’’Jurnalistik bentuk audiovisual. Kami mengabarkan acara itu kepada khalayak ramai melalui film dokumenter,’’ kata Daffa.
Tim ekskul tersebut juga pernah membuat film dokumenter sejarah sekolah. Mulai masa-masa awal pendirian sekolah sampai beragam kegiatan sekolah dalam kurun tertentu. ’’Bisa jadi profil sekolah. Kami beri judul All Obout Smamda,’’ ucap siswa kelas XI ilmu bahasa dan budaya (IBB) itu.
Film dokumenter lainnya yang mereka kerjakan mengangkat kehebohan kelompok suporter Smamda yang bernama Smamda Holic. Berdurasi sekitar 3 menit, film tersebut mengupas awal mula terbentuknya Smamda Holic. Bagaimana peran mereka dalam setiap kompetisi yang diikuti siswa-siswa Smamda. ’’Ini juga baru selesai Februari lalu,’’ ucap Daffa.
Ketua Umum Ekskul Jurnalistik dan Fotografi Nadira Maysa menjelaskan, pembelajaran pembuatan film membuat 79 anggotanya lebih terpacu untuk menghasilkan produk jurnalistik yang kreatif. ’’Kami juga ada produk jurnalistik berupa majalah Al Qolam, berita di website, dan radio,’’ ucapnya.
Bagaimana dengan ekskul multimedia? ’’Dalam setahun kami biasanya membuat dua film,’’ tutur Ketua Ekskul Multimedia Achmad Rafi Aziz. Beberapa film yang mereka hasilkan bergenre komedi dan drama fiksi. ’’Tahun ini kami membuat film berjudul The Power of Kepepet dan Epsilon,’’ katanya.
Film The Power of Kepepet bergenre komedi. Film tersebut menceritakan kegalauan seorang anak dalam memilih bermain game online atau sekolah. ’’Film ini mendapat penghargaan special award tingkat Jawa Timur dalam Muhammadiyah Education Award 2016,’’ ungkap Rafi bangga.
Sementara itu, film Epsilon mengisahkan pengaruh teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Baik terhadap tubuh maupun kehidupan sosial. ’’Pengalaman sehari-hari yang mereka temui juga bisa jadi ide,’’ ucap siswa kelas XI IPS 5 itu.
Setiap Sabtu selepas pulang sekolah mereka berkumpul untuk berlatih editing dan mencoba teknik-teknik baru pengambilan gambar. ’’Kami sharing antarteman bisanya apa. Misalnya, ada yang bisa Adobe Premiere, dia nanti mengajarkan ke teman yang lain,’’ kata Rafi. (uzi/c15/pri/sep/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
