Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Februari 2017 | 21.31 WIB

Broadcasting Berkembang di SMAN 7, Radio Sekolah Siaran Tiap Istirahat Pagi

SAPA SMUPIE TEENS: Dari kiri, Yasinta Widya Kurnia, Lisa Rachma Oktaviani, Cindy Oktafian Tsania sedang siaran radio di SMAN 7 Surabaya. - Image

SAPA SMUPIE TEENS: Dari kiri, Yasinta Widya Kurnia, Lisa Rachma Oktaviani, Cindy Oktafian Tsania sedang siaran radio di SMAN 7 Surabaya.

JawaPos.com – ”Smupie radio media information and entertainment for smupie teens.” Sapaan hangat itu selalu dibawakan saat Smupie Radio mengudara di sekolah. Memang, tak lengkap rasanya jika generasi muda tanpa musik dan informasi. Sapaan-sapaan hangat ikut melengkapi. Karena itulah, Smupie Radio hadir.


Radio kebanggaan SMAN 7 Surabaya tersebut berdiri pada Februari 2012. Radio sekolah yang berada di bawah naungan ekstrakurikuler broadcasting itu menjadi bagian tak terpisahkan dari para siswa sekolah tersebut.


Saat jam istirahat pertama berlangsung, tim Smupie Radio segera menuju ruang siaran. Tempatnya ada di lantai 2. Di ruangan itu, sudah ada mik dan amplifier. Tim Smupie Radio lalu melengkapinya dengan laptop. Setelah tim menyiapkan segala sesuatunya dengan singkat, sapaan hangat mengudara. Lalu, lagu-lagu terdengar mengiringi jam istirahat para siswa.


Yasinta Nadia Kurnia bertugas pagi itu. Dia tidak sendiri. Ada Cindy Oktafian Tsania yang ikut siaran. Juga, ada Lisa Rachma Oktaviani dan Mutia Ganis. Mereka adalah para siswa yang tergolong aktif dalam Smupie Radio.


Yasinta bertugas memutar lagu dari laptop. Lagu-lagunya bergantung pada request atau permintaan para siswa. Dia menyebutkan, ada tiga program di Smupie Radio. Yakni, Reqlame, Insidius, dan Zombie. ”Yang paling ramai adalah Reqlame,” imbuh Cindy antusias.


Reqlame (Request Lagu dan Salam-Salam Me) adalah program yang berisi permintaan lagu dan saling kirim salam. Caranya, siswa datang ke ruang siaran, lalu mengisi memo yang sudah disiapkan. Agar lagunya bisa diputar, siswa tersebut harus membayar Rp 1.000. ”Uangnya akan masuk ke kas,” terang Lisa.


Reqlame memang menjadi favorit para siswa. Lagu-lagu yang diputar beragam. Biasanya lagu yang sedang tren. Ada juga yang me-request dangdut. Dalam satu kali siaran selama 15 menit, rata-rata ada lima orang yang me-request. Durasi siaran bisa lebih panjang ketika ada lomba-lomba di sekolah. Dalam satu hari, kadang bisa sampai 100 request lagu.


Program Insidius (Informasi Radio Smupie) menyampaikan berbagai informasi kepada para siswa. Baik informasi yang berasal dari internal sekolah maupun dari luar sekolah. Misalnya, lomba-lomba. Termasuk informasi jika siswa ingin memberikan dukungan. ”Prestasi SMAN 7 juga kita umumkan,” imbuhnya. Adapun, Zombie (Zodiak Mingguan Radio Smupie) berisi informasi tentang zodiak.


Agar bisa siaran dengan baik, para tim Radio Smupie tidak sekadar cuap-cuap di depan mik. Mereka juga harus berlatih. Terutama untuk menghasilkan suara yang tidak cempreng. Yasinta mengatakan, ada caranya sendiri untuk menghasilkan suara yang enak didengar. Yakni, berlatih pernapasan.


Mereka harus rajin melatih pernapasan diafragma atau suara perut. Latihannya dilakukan dengan menghadap ke arah papan tulis. Lalu, mengucapkan huruf vokal berulang-ulang. ”Kalau menggema, berarti suara yang diucapkan sudah benar,” tambahnya.



Selain menjaga agar suara terdengar merdu, latihan itu membuat mereka mampu mengatur intonasi. Misalnya, saat penyiar sedang berbicara cepat, suaranya tetap terdengar jelas. Teknik latihan itu ditularkan kepada adik kelas. (puj/c7/nda/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore