
PPDB SMP Jalur Prestasi; Syarat Peserta PPDB Jalur Prestasi
JawaPos.com – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur prestasi jenjang SMP resmi dibuka mulai Selasa (23/5). Berbeda dengan tahun sebelumnya, mekanisme PPDB jalur prestasi tahun pelajaran 2017–2018 dibuat lebih mudah. Berbasis online.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Aston Tambunan menyatakan, melalui mekanisme online, orang tua dan siswa tidak perlu repot saat pendaftaran. ’’Bisa dilakukan dari rumah,’’ ujarnya.
Seleksi PPDB jalur prestasi dilaksanakan dengan dua mekanisme. Tahap pertama adalah pendaftaran yang dilangsungkan pada 23–27 Mei. Kedua, tahap verifikasi data yang berlangsung pada 29 Mei–9 Juni.
Meski dipermudah, orang tua dan siswa harus tetap memperhatikan rambu-rambu yang disyaratkan dalam panduan PPDB online. Tidak boleh asal. Sebab, dalam menginput prestasi, orang tua harus memperhatikan masa dan tingkatan prestasi yang diperoleh sang anak.
Prestasi yang dihitung dalam seleksi PPDB jalur prestasi adalah selama-lamanya dua tahun dari waktu pendaftaran. Sebab, di atas batas waktu itu poin prestasi tidak akan dihitung.
Selain waktu, tingkat dan jenis prestasi harus diperhatikan pendaftar. Beberapa kriteria lomba memiliki bobot yang berbeda. Misalnya, pada lomba MTQ, siswa teladan, dan pelajar pelopor. Pada kriteria tersebut, prestasi di tingkat kota sudah bisa dihitung poinnya.
Kondisi tersebut berbeda dengan prestasi di bidang olimpiade sains. Pada prestasi tersebut, siswa yang mendapat juara di tingkat provinsi saja yang bisa masuk perhitungan nilai seleksi. Adapun siswa yang mendapat prestasi di tingkat kota/kabupaten belum diperhitungkan. ’’Nah, untuk itu orang tua harus perhatikan betul website https://ppdbsurabaya.net/,’’ jelasnya.
Untuk mempermudah pendaftaran siswa, saat ini dispendik telah berkoordinasi dengan setiap sekolah. Pihaknya tengah menyiapkan teknisi khusus untuk membantu orang tua jika kebingungan.
Pengisian data saat pendaftaran online harus dilakukan secara jujur. Sebab, dispendik memverifikasi seluruh data yang sudah diinput secara detail. Siswa diharuskan membawa bukti asli penghargaan yang diperoleh.
Untuk penempatan sekolah, kata Aston, dispendik tetap memiliki wewenang penuh. Tepatnya menentukan sekolah mana yang cocok bagi siswa berdasar potensi yang dimiliki. Dispendik punya banyak pertimbangan untuk menempatkan siswa.
Pihak dispendik tidak akan membatasi kuota pendaftaran PPDB jalur prestasi. Seluruh siswa bisa mendaftar dengan catatan mendapat izin sekolah. Untuk kuota penerimaan, dispendik akan mempertimbangkan nilai dan jumlah pendaftar. ’’Tahun lalu ada 216 yang diterima,’’ tuturnya.
Secara terpisah, Kepala SDN Airlangga 1 Agnes Warsiati menyampaikan, saat ini sudah ada empat siswanya yang bersiap mengikuti PPDB jalur prestasi. Keempatnya memiliki prestasi di bidang bela diri. ’’Semua juga sudah minta surat dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia, Red),’’ jelasnya. Empat siswa tersebut sudah mendapat surat rekomendasi dari sekolah.
Selama ini jumlah siswa yang mengikuti jalur prestasi di sekolahnya memang tidak banyak. Meski begitu, Agnes menuturkan bahwa hampir 98 persen siswa lulusan SDN Airlangga 1 diterima di SMP negeri. Adapun 2 persen lainnya tidak ikut seleksi PPDB SMP karena memilih melanjutkan ke pesantren. (elo/c15/nda)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
