Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Juli 2017, 05.00 WIB

Dari Arab Saudi ke Raja Ampat

BERBAGI: Tim PPI Dunia dari Arab Saudi berpose bersama para siswa yang mereka asuh. - Image

BERBAGI: Tim PPI Dunia dari Arab Saudi berpose bersama para siswa yang mereka asuh.

JawaPos.com - Bertempat di Pulau Misool dan Pulau Waigeo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, empat mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Arab Saudi mengadakan program pengabdian masyarakat dan safari dakwah pada 30 Juni hingga Juli 2017.


Empat mahasiswa yang terdiri atas Musthofal Fitri, Abdul Hamid Raharjo, Afif Fauzi, dan Fathi Robbani tersebut dibagi jadi dua tim. Mustofal Fitri dan Abdul Hamid Raharjo ditugaskan di Pulau Misool sedangkan Afif Fauzi dan Fathi Robbani ditugaskan di Pulau Waigeo.


Program ini bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dengan harapan masyarakat setempat lebih maju dari segi potensi dan SDM. Program yang terlaksana atas kerjasama Tim Kajian Papua PPI Dunia dengan Markaz Inayah tersebut meliputi mengajar anak-anak Alquran dan fikih, mengadakan perlombaan, bersosialisasi dengan masyarakat setempat, hingga ikut serta dalam kerja bakti membersihkan masjid.


Keempat peserta program ini mendapatkan kesan yang berbeda-beda. “Terjun langsung ke kehidupan masyarakat, ikut merasakan kehidupan mereka sehari-harinya yang tanpa sinyal dan listrik sambil berdakwah” ujar Fathi yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah.


Masyarakat setempat juga mendukung kegiatan ini, bahkan meminta agar durasinya lebih lama. “Bahkan jika memungkinkan ada yang menerap satu tahun fokus mengajar di sana. Karena memang sangat minim pelajar” tutur Afif yang saat ini menyelesaikan studi di Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah.


Lucunya, di antara kendala seperti tidak adanya listrik di siang hari dan lainnya malah menjadi pengalaman unik yang mereka rasakan. “Tentunya mengajar anak-anak dari berbeda suku dan bahasa itu sesuatu banget, kami harus memahami mereka, dan paling berkesan meskipun listrik di siang hari tidak ada, dan kalau malam pakai genset sampai jam 24.00,” ujar Musthofal.


Para peserta berharap jika kegiatan ini diadakan lagi, maka persiapan dan mental peserta harus lebih baik. “Agar para peserta program ini lebih mempersiapkan lebih matang dari segi materi dakwah dan juga mental, juga durasi yang diperpanjang agar lebih mengena dan efektif ke masyarakat” pesan Fathi. (*)

Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore