
Ilustrasi
JawaPos.com - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP, kemarin (3/7) dinodai adanya dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum sekolah dasar (SD) di Balikpapan Utara. Ini diketahui dari hasil wawancara Kaltim Post (Jawa Pos Group) dengan sejumlah orang tua calon murid yang baru mendaftarkan anaknya.
Kepada Kaltim Post, mereka mengaku membeli map untuk formulir pendaftaran seharga Rp 5 ribu. Map yang digunakan untuk mengajukan berkas pendaftaran. Hal ini lantaran mereka tidak membawa map yang sesuai.
"Tadi beli buat formulir pendaftaran Rp 5 ribu. Bawa map tidak terpakai, jadi beli di sini (sekolah). Dari pada harus keluar lagi beli. Ya tidak masalah soalnya buat anak juga," ujar tiga orang tua yang saat itu sedang menunggu tes membaca anak mereka.
Sementara dari survei media ini ke tiga lokasi toko yang menjual alat tulis, harga map yang sama dijual harga satuannya hanya Rp 2 ribu hingga Rp 2.500. Memang, radius 500 meter dari sekolah tersebut tidak terdapat toko yang menjual map.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Purnomo marah ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut. Dia menyebut, sekolah dilarang menjual apapun terkait PPDB. Termasuk map bagi orang tua murid. Semua syarat sudah ditempel sehingga bisa dibaca oleh calon pendaftar. Tidak ada alasan bagi sekolah untuk mengeruk keuntungan.
"Sebut saja sekolah apa. Biar saya tanya kepala sekolahnya. Kok pakai jual map formulir segala. Pokoknya semua sudah ada syaratnya dari akta kelahiran dan Kartu Keluarga yang digunakan untuk mengetahui domisili sesuai dengan BL (Bina Lingkungan) yang sudah ditunjuk," ujar Purnomo dengan nada tinggi.
Selain persoalan map, orang tua murid juga khawatir dengan potensi pungli untuk meloloskan anak diterima masuk sekolah. Seperti yang disampaikan seorang warga Batu Ampar. Di mana tahun lalu dia mendapat tawaran dari salah satu oknum guru. Guru tersebut meminta imbalan jutaan rupiah dengan iming-iming bisa meloloskan anaknya masuk ke SD yang favorit di kawasan Batu Ampar.
"Tahun lalu anak saya tidak cukup umur. Terus didatangi seorang guru. Anak saya bisa masuk asal mau bayar harga. Tetapi saya bilang tidak usah," ujar pria tersebut usai mendaftarkan anaknya di sekolah yang sama. (*/rdh/rsh/k18/fab/JPG)

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Tak Ada Timnas Indonesia U-17! Klasemen Runner-up Terbaik Piala AFF U-17 2026 Usai Thailand Dikalahkan Laos
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
