Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2018 | 14.10 WIB

Mengenal ELANG, Alat Bantu Pertanian Kreasi Mahasiswa Jogja

Bimo Gusti Pangestu (kiri) salah satu mahasiswa UAD Yogyakarta yang menciptakan ELANG bersama dosen pembimbingnya Adhita Sri Prabakusuma. - Image

Bimo Gusti Pangestu (kiri) salah satu mahasiswa UAD Yogyakarta yang menciptakan ELANG bersama dosen pembimbingnya Adhita Sri Prabakusuma.

JawaPos.com - Mencoba mengatasi kesulitan para petani, sejumlah mahasiswa di Universitas Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta mencoba berinovasi melalui ELANG.


ELANG merupakan kepanjangan dari Easy Leaf Analyses Nitrogen. ELANG merupakan alat guna mendeteksi defisiensi nitrogen pada tanaman padi.


Tujuan diciptakannya ELANG yakni guna mendeteksi defisiensi nutrisi nitrogen yang ada pada daun padi. Pendeteksian ini guna mempermudah petani dalam pengendalian pemupukan yang biasanya dilakukan berdasarkan feeling.


Untuk diketahui, ELANG diciptakan oleh tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro UAD. Mereka adalah Bintang Akbar Pratama sebagai ketua tim, Bimo Gusti Pangestu, dan Cahya Utama Purwanegara pada akhir 2017 silam kemarin. Tim ini dibimbing oleh Aditha Sri Prabakusuma, dosen Teknik Pangan UAD.


Bimo mengatakan, dana untuk membuat ELANG menghabiskan sekitar Rp 5 juta. Itu belum termasuk risetnya. "Kalau untuk perakitan tidak ada seminggu. Hanya casing-nya saja yang perlu memesan," kata dia, Senin (29/1).


Sementara itu, Adhita Sri Prabakusuma, selaku dosen pembimbing menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para petani terkait penggunaan ELANG dan fungsi dari alat ciptaan mahasiswanya tersebut.


Salah satu caranya yakni dengan mengikuti sejumlah pameran, mulai di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul hingga daerah lainnya. Pihaknya berharap alat tersebut dapat dipergunakan para penyuluh pertanian.


"Kami akan menyampaikannya ke penyuluh. Apapun yang disarankan dari penyuluh ke petani kan biasanya dilakukan," katanya, Senin (29/1).


Namun sebelum disampaikan ke instansi terkait, terlebih dahulu ELANG akan dikembangkan. Tak hanya sebagai pengukur kadar nitrogen, namun ke depan juga sebagai penakar kandungan kalium, fosfor, maupun pH atau keasaman tanah.


Unsur-unsur itu dirasa sangat penting untuk mengendalikan pertanian khususnya padi. Semisal seperti pH ketika efek keasaman tanah meningkat atau berlebihan maka bagian akar dari tanaman bisa membusuk.


Akar tidak bisa menyerap udara dengan baik. Akibatnya tak mampu berkembang, tanaman pun menjadi kerdil dan kering. "Kami masih memerlukan beberapa waktu untuk mengembangkannya," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore