Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Desember 2023 | 17.56 WIB

Aturan Baru Debat Capres-Cawapres: Paslon Pakai Singkatan, Moderator Harus Minta Penjelasan

Moment microphone terjatuh milik Calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar saat beradu argumen dengan Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat debat calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023). - Image

Moment microphone terjatuh milik Calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar saat beradu argumen dengan Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat debat calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

JawaPos.com – Penggunaan singkatan yang dilontarkan dalam pertanyaan di debat capres/cawapres dievaluasi. Untuk debat selanjutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta calon untuk memanjangkan istilah singkatan yang disampaikan kepada lawan.

Hal itu menjadi salah satu isu yang dibahas dalam evaluasi debat yang digelar di kantor KPU, Jakarta. Sebelumnya, polemik singkatan dalam debat mengemuka setelah cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka mempertanyakan soal SGIE kepada calon nomor urut 1 Muhaimin Iskandar.

Muhaimin yang tidak mengetahui SGIE akhirnya kehilangan satu kesempatan menjawab di dua menit awal karena digunakan untuk menanyakan kepanjangan istilah itu.

Komisioner KPU August Mellaz mengatakan, kasus itu menjadi catatan pihaknya. Dari sisi aturan, penggunaan singkatan tidak menyalahi. Namun, ke depan, agar debat lebih optimal, calon diminta menyampaikan pertanyaan secara gamblang.

KPU sudah meminta perwakilan paslon untuk menyampaikan hal tersebut. ”Secara prinsip, tentu ini bagian dari tugas LO untuk melakukan brifing terhadap paslon masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, Mellaz menyebutkan, dalam hal calon tetap menyampaikan pertanyaan dengan istilah singkatan, moderator akan meminta penjelasan tanpa memotong waktu calon lain yang menjawab.

”Kalau ada istilah atau singkatan itu biasanya disingkat atau tidak dipanjangkan. Nanti moderator juga akan bisa sampai arahnya perannya,” imbuh dia.

Selain polemik istilah singkatan, rapat evaluasi kemarin membahas soal aturan podium. Dalam debat cawapres pekan lalu, ada salah satu yang aktif bergerak ke banyak tempat, yakni Gibran. Karena itu, untuk debat ketiga dan selanjutnya, ada rencana untuk mengatur ruang lingkup calon hanya di sekitar podium. Hal itu sejalan dengan filosofi disediakannya podium dalam debat kedua. ”Podium itu kan sebenarnya prinsipnya jangkar ya,” jelasnya.

Persiapan debat ketiga akan dimulai hari ini (28/12). Rencananya, KPU mengundang pihak TV penyelenggara untuk membahas lokasi dan berbagai hal teknis debat yang digelar pada 7 Februari mendatang. (far/c19/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore