
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara.
JawaPos.com - Menilik visi misi ekonominya, masing-masing paslon memiliki cara berbeda untuk menggaet pemilih. Paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, misalnya, menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menargetkan pemilih akademisi dan masyarakat segmen menengah atas. Yang dibahas banyak data-data.
Berbeda dengan paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang cenderung pada hal yang sederhana. Menjawab dengan simpel. Sebab, arahnya memang menengah ke bawah.
Menurut Bhima, Anies-Muhaimin dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (paslon nomor urut 3) dalam debat hari ini akan membahas masalah yang based on data. Sifatnya teknis. Sedangkan Prabowo-Gibran membuat solusi ekonomi sederhana seperti makan siang dan susu gratis. Tanpa ada penjelasan secara teknikal yang memang mereka hindari. Bhima menilai segmentasinya berbeda.
”Bahasan ekonomi ini terbilang sangat teknis. Jadi, tantangannya adalah membuat bahasan ekonomi menjadi populis (baca: populer, mudah dipahami, Red),” katanya.
Bahasan lain yang tak kalah hangat adalah soal Ibu Kota Nusantara (IKN). Bhima memandang ketiga paslon bakal tetap melanjutkannya. Tetapi dengan porsi APBN yang lebih kecil dan time horizon penyelesaiannya dibuat lebih panjang. Sebab, infrastruktur IKN yang sudah ada sekarang biayanya terlalu mahal untuk ditinggalkan.
Bhima menyatakan, mungkin akan ada refocusing. Bisa jadi IKN tidak jadi dibuat ibu kota negara, tapi untuk pengembangan kota baru. ”Jadi, pemikiran paling radikal pasangan calon, khususnya 1, tidak akan langsung menghentikan total IKN. Anies-Cak Imin mungkin yang paling panjang menyelesaikan IKN,” ulasnya.
Terpisah, pengamat ekonomi Unair Rudi Purwono memandang perekonomian Indonesia sempat mengalami guncangan yang serius pada masa pandemi. Adanya lonjakan harga minyak hingga memikirkan bagaimana tidak terjadi lonjakan tinggi pada pengeluaran APBN. ”Dengan hal itu, sangat perlu diperhatikan kembali mana visi-misi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia mendatang apabila terjadi suatu hal yang tidak terduga,” jelasnya. (han/dee/c9/fal)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
