
Wakil Presiden Ma
JawaPos.com - Kasus kebocoran data pemilih di Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapat perhatian dari Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Wapres sangat menyayangkan adanya kasus tersebut dan sampai memicu polemik.
"Kita sayangkan ya, bahwa (data) itu sampai bocor," katanya di Mukernas III MUI di Jakarta tadi malam (1/12). Ma'ruf berharap KPU betul-betul menjaga kerahasiaan data masyarakat atau pemilih yang mereka kelola.
Ma'ruf mengakui saat ini musimnya kebocoran. "Bukan bocor alus ya," katanya.
Mantan Ketua Umum MUI itu menegaskan, KPU ke depan supaya lebih memperhatikan sistem keamanan IT. Sehingga kasus serupa tidak terulang kembali.
Ma'ruf lantas mengomentari perkembangan proses kampanye Capres-Cawapres yang sudah berjalan beberapa hari terakhir. Dia menegaskan dalam kampanye seharusnya adu gagasan. "Bukan adu gimik," katanya. Dia mengatakan jika yang ditonjolkan saat kampanye hanya gimmick, itu tidak benar.
Dia mengatakan para pasangan capres-cawapres harus menyampaikan gagasan membangun bangsa. Menurut dia, nanti saat pelaksanaan debat, pasti akan terlihat adu gagasan di antara tiga pasangan capres-cawapres. "Kita harapkan bahwa kampanye-kampanye itu isinya gagasan," paparnya.
Secara khusus dia juga berpesan kepada jajaran MUI. Selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Ma'ruf mengatakan MUI secara kelembagaan harus netral. Perkara pilihan politik, menjadi urusan hati masing-masing anggota MUI. Jadi semua anggota MUI harus patuh terhadap aturan atau kode etik yang berlaku. "Anggota MUI tidak boleh menyeret MUI kemudian tidak bersikap netral itu," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menegaskan bahwa MUI netral dalam menyambut Pemilu 2024. Kalaupun dalam rakernas itu mengundang capres-cawapres, sifatnya sebatas mendengar gagasan-gagasan mereka. Karena mendengar baginya, adalah hal yang baik.
"Tidak berarti MUI berubah wajah jadi politik elektoral," katanya. Anwar mengatakan politik MUI tetap pada jalur politik keindonesiaan dan mengedepankan akhlak mulia.
Dia juga berpesan pemilu adalah bagian dari pembangunan demokrasi. Baginya perbedaan adalah dinamika biasa dan harus terjadi dalam kehidupan politik. Baginya terlalu mahal harganya jika karena perbedaan politik kemanusiaan persatuan bangsa jadi terbelah.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
