
Cawagub Jatim, Emil Dardak ketika mendampingi Ketum Partai Demokrat SBY di Madura.
JawaPos.com – Menjelang pencoblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) pada 27 Juni mendatang, pertujukan manuver politik kian vulgar. Apalagi, turun gunungnya dua Presiden RI ke-5, Megawati dan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggambarkan betapa ketatnya persaingan memperebutkan kursi Jatim-1.
Tak hanya itu, sejumlah politisi PDI Perjuangan juga berusaha ‘melibatkan’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam persaingan tersebut. Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah misalnya. Ia menyebut, Khofifah sudah putus hubungan dengan Jokowi. Lebih dari itu, ada skenario untuk mengesankan Pilgub Jatim menjadi SBY vs Jokowi.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi mengatakan, ia justru melihat sebaliknya. Menurutnya, pertarungan dalam Pilgub Jatim ini tidak bisa digeneralisir, apalagi disebut pertarungan antara Saifullah Yusuf-Puti Guntur yang didukung Jokowi dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianyo Dardak yang didukung SBY.
“Tidak seperti itu,” tegas pengajar Ilmu politik Unair ini kepada wartawan Selasa (19/6).
Airlangga lantas merujuk pada pertarungan Pilpres 2014 lalu. Diamana, Jokowi bersaing keras dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Saat ini, Partai Gerindra dan PKS yang notabene berada diluar pemerintah justru menjadi partai pengusung Gus Ipul-Puti. Sementara, Khofifah-Emil justru diuntungkan dengan dua kekuatan, yakni Jokowi dan SBY.
"Pertama, kalau kita melihat bahwa pertarungan keras 2014 dan kontinuitasnya adalah pada Jokowi vs Prabowo (bukan Jokowi vs SBY), maka, bagaimana kita menjelaskan skema Pilgub Jatim ini dengan melihat variabel Gerindra dan PKS di kubu Gus Ipul?,” terangnya.
“Artinya bahwa, pihak Gus Ipul-Puti memiliki irisan dengan Jokowi melalui Puti. Juga memiliki kedekatan dengan kubu Prabowo. Sementara kubu Khofifah-Emil adalah aliansi kekuatan antara Jokowi dan SBY,” terangnya.
Kedua, lanjut Airlangga, yang harus dilihat bahwa, masing-masing pihak yang bertarung dalam Pilgub Jatim semua adalah memiliki relasi yang dekat dengan Istana khususnya Jokowi. Khofifah, pernah menjadi Menteri Sosial (Mensos) pada era Jokowi.
“Ketiga, yang perlu dipertimbangkan adalah, posisi historis dari masing-masing kubu pada Pilpres 2014. Di mana Khofifah adalah Jubir Jokowi-JK sedangkan Gus Ipul Pendukung Prabowo-Hatta. Dan, lebih jelasnya lagi, saat ini Gerindra dan PKS menjadi parpol pengusung Gus Ipul-Puti," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
