
Danny Pomanto saat berkampanye beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Mohammad Ramdhan Pomanto tak lagi berstatus sebagai Calon Wali Kota Makassar. Kendati demikian, pria yang yang akrab disapa Danny itu menyatakan kesiapannya menghadapi Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Makassar 2018.
Adapun kesiapan itu terkait pasangan calon yang ada. Danny menilai, saat ini ada tiga kemungkinan pada Pilwali Kota Makassar 2018. Pertama, pemilihan diikuti dua pasangan calon. Kedua, satu pasangan calon melawan kotak kosong. Kemudian yang ketiga, tanpa pasangan calon.
"Jadi menurut positioning hukum, tidak ada pasangan calon. Apa pasangan calon yang sekarang punya SK? Karena menurut undang-undang keputusan Panwaslu itu sah. Kedua, satu pasangan calon menurut KPU. Ketiga, dua pasangan calon yang harus diakomodir. Jadi sekarang masih status quo," terang Danny di Makassar, Jumat (25/5).
Di antara ketiga kemungkinan itu, Danny mengaku paling siap menghadapi kemungkinan soal bilik kosong. Artinya hanya satu pasangan calon dalam pemilihan nanti.
"Kami siapkan semuanya. Siap tanpa pasangan calon, satu pasanga calon, dan dua pasangan calon. Yang paling kami siap adalah kotak kosong. Bahkan kotak kosong itu lebih kuat dari pada Danny-Indira," tegas Danny.
Mengenai simpul jejaring pendukungnya, Danny mengklaim mereka sangat siap. Bahkan sejak beberapa hari lalu, para pendukung menyatakan kesiapannya. "Semua sudah siap. Sudah final kemarin. Saat saya bilang kami persiapkan kotak kosong, semua langsung oke," ucap Danny.
Saat ditanya peluang di Pilkada 2020 jika kotak kosong menang, Danny menjawab optimistis. Danny bahkan mengaku sudah siap duduk kembali sebagai Wali Kota Makassar dan akan tetap menjabat hingga 2019. "Insyallah, saya bertugas mengawal Pilwalkot Makassar berjalan dengan lancar dan baik," tukasnya.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar Rahma Saiyed menyatakan, hanya ada satu pasangan calon yang akan maju di Pilwali Kota Makassar 2018. "Walau hanya satu pasangan calon di Makassar, KPU tetap akan melakukan sosialisaai bahwa pilihan kolom kosong tetap sah," singkatnya.
Pilkada Makassar awalnya diikuti dua pasangan calon. Tapi pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) yang maju lewat perseorangan dianulir KPU berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA). Mereka dianggap menyalahgunakan kewenangan.
Paktis, saat ini hanya satu pasangan yang diakomodir KPU Makassar. Adalah Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang diusung 10 partai politik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
