Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Mei 2018 | 01.33 WIB

Kotak Kosong Diklaim Lebih Kuat di Pilwali Kota Makassar

Danny Pomanto saat berkampanye beberapa waktu lalu. - Image

Danny Pomanto saat berkampanye beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Mohammad Ramdhan Pomanto tak lagi berstatus sebagai Calon Wali Kota Makassar. Kendati demikian, pria yang yang akrab disapa Danny itu menyatakan kesiapannya menghadapi Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Makassar 2018.


Adapun kesiapan itu terkait pasangan calon yang ada. Danny menilai, saat ini ada tiga kemungkinan pada Pilwali Kota Makassar 2018. Pertama, pemilihan diikuti dua pasangan calon. Kedua, satu pasangan calon melawan kotak kosong. Kemudian yang ketiga, tanpa pasangan calon.


"Jadi menurut positioning hukum, tidak ada pasangan calon. Apa pasangan calon yang sekarang punya SK? Karena menurut undang-undang keputusan Panwaslu itu sah. Kedua, satu pasangan calon menurut KPU. Ketiga, dua pasangan calon yang harus diakomodir. Jadi sekarang masih status quo," terang Danny di Makassar, Jumat (25/5).


Di antara ketiga kemungkinan itu, Danny mengaku paling siap menghadapi kemungkinan soal bilik kosong. Artinya hanya satu pasangan calon dalam pemilihan nanti.


"Kami siapkan semuanya. Siap tanpa pasangan calon, satu pasanga calon, dan dua pasangan calon. Yang paling kami siap adalah kotak kosong. Bahkan kotak kosong itu lebih kuat dari pada Danny-Indira," tegas Danny.


Mengenai simpul jejaring pendukungnya, Danny mengklaim mereka sangat siap. Bahkan sejak beberapa hari lalu, para pendukung menyatakan kesiapannya. "Semua sudah siap. Sudah final kemarin. Saat saya bilang kami persiapkan kotak kosong, semua langsung oke," ucap Danny.


Saat ditanya peluang di Pilkada 2020 jika kotak kosong menang, Danny menjawab optimistis. Danny bahkan mengaku sudah siap duduk kembali sebagai Wali Kota Makassar dan akan tetap menjabat hingga 2019. "Insyallah, saya bertugas mengawal Pilwalkot Makassar berjalan dengan lancar dan baik," tukasnya.


Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar Rahma Saiyed menyatakan, hanya ada satu pasangan calon yang akan maju di Pilwali Kota Makassar 2018. "Walau hanya satu pasangan calon di Makassar, KPU tetap akan melakukan sosialisaai bahwa pilihan kolom kosong tetap sah," singkatnya.


Pilkada Makassar awalnya diikuti dua pasangan calon. Tapi pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) yang maju lewat perseorangan dianulir KPU berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA). Mereka dianggap menyalahgunakan kewenangan.


Paktis, saat ini hanya satu pasangan yang diakomodir KPU Makassar. Adalah Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang diusung 10 partai politik.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore