
TAYANGAN VIDEO: Kedua paslon peserta debat tengah menyaksikan video saat proses debat jilid dua di Sukoharjo, Kamis (3/5).
JawaPos.com - Isu soal kasus korupsi kembali diangkat dalam debat terbuka jilid kedua Pilgub Jatengyang digelar di hotel Best Western Premiere, Solobaru, Sukoharjo, Kamis (3/5). Menurut cagub nomor urut dua, Sudirman Said (SS) selama ini penggunaan anggaran belum sepenuhnya berpihak kepada orang kecil, seperti, petani dan juga perempuan.
Sementara selama ini, Ganjar selama memimpin Jateng dianggap hanya berpijak pada angka makro saja. Menurut SS, seharusnya Ganjar tidak hanya sebatas menggunakan data makro melainkan juga harus turun ke lapangan sehingga mengetahui kondisi yang sebenarnya.
"Kalau turun ke lapangan itu adalah bekerja tidak hanya menggunakan pikiran saja, tetapi juga menggunakan hati. Sehingga bisa terlibat langsung dalam menyelesaikan masalah mereka," katanya saat debat.
Tidak hanya itu, SS juga mengkritisi adanya warga yang harus menunggu dua tahun hanya untuk bisa mendapatkan KTP elektronik. Lambatnya pembuatan KTP elektronik tersebut salah satunya karena adanya kasus korupsi yang terjadi. Padahal, jika semua warga bisa memiliki KTP elektronik maka pengelolaan dalam pendataan bisa dilakukan lebih baik.
"Kalau KTP beres maka identitas tunggal urusan petani juga akan mudah dikelola," katanya.
Menanggapi hal itu, Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa terjadinya keterlambatan dalam pengurusan KTP elektronik bukan hanya karena masalah adanya kasus korupsi. Melainkan juga karena adanya permasalahan dalam proses lelang yang membuat pembuatan KTP elektronik terlambat.
Ganjar juga menegaskan bahwa dirinya merupakan kepala daerah yang berani menolak tawaran melakukan korupsi. "Untuk (korupsi) kami sudah sejak awal melakukannya dengan KPK, salah satunya dengan mendirikan sekolah anti korupsi dengan KPK. Selain itu pejabat yang melaporkan gratifikasi terbanyak juga di Jateng," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
