Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Januari 2018 | 18.58 WIB

Kesalnya Petinggi Demokrat atas Sikap PKS yang "Membuang" Deddy Mizwar

Bendera Partai Demokrat - Image

Bendera Partai Demokrat

JawaPos.com - Partai Demokrat bereaksi keras atas sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang batal mengusung Deddy Mizwar di Pilgub Jabar. Apalagi alasannya karena kontrak politik.


Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, PKS tidak perlu berdalih apa-apa apabila tidak ingin mendukung Deddy Mizwar di Pilgub Jabar, sebab hal itu hanya menimbulkan kegaduhan saja.


"Kalau PKS sudah ingin melepaskan dukungan ya tidak perlu berdalih lagi berputar-putar," ujar Amir saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (2/1).


Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) itu menambahkan, kalau pun memang ada kontrak politik tidak ada salahnya. Akan tetapi perlu diketahui, Deddy Mizwar itu salah satu pendiri Partai Demokrat.


Cara PKS ini sangat dipertanyakan Partai Demokrat, kenapa PKS keberatan dengan urusan internal partai yang dikomandoi oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. "Pendiri itu lebih dari pada kader. Itu juga kenapa Demokrat mendukung Deddy Mizwar karena dia pendiri. Jadi apa hubungannya dengan PKS," katanya.


Ditegaskan Amir, fakta integritas itu hanya berlaku pada kader Partai Demokrat. Bukan berlaku ke partai lain. PKS tidak perlu risau yang akhirnya menarik dukungan dari Deddy Mizwar.


Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan salah satu batalnya PKS mengusung Deddy Mizwar. Alasannya, Bang Jek—begitu Deddy Mizwar disapa—melakukan kontrak politik dengan Partai Demokrat.


Isinya Deddy Mizwar siap memenangkan capres atau cawapres yang diusung Partai Demokrat. Sementara dalam hal ini PKS mengaku tidak merasa diajak bicara mengenai kontrak politik tersebut. Terlebih belum tentu sama capres yang diusung Demokrat dengan PKS.


Hidayat menduga adanya kontrak politik yang diberikan Partai Demokrat ini karena Jawa Barat adalah penduduknya terbesar dari setiap provinsi di Indonesia, sehingga Deddy akan dimaksimalkan untuk berjuang memenangkan capres yang diusung dari Partai Demokrat.


Berikut ini isi kontrak politik Partai Demokrat yang sudah‎ ditandatangani Deddy Mizwar.


1. Siap menjadi Anggota Partai Demokrat dan ditempatkan di struktur partai;


2. Siap menjadi calon gubernur Jawa Barat tahun 2018-2023 dan memenangkan, serta menggerakan mesin partai termasuk biayanya;


3. Siap menggerakan mesin partai untuk memenangkan presiden/wakil presiden yang diusung oleh Partai Demokrat untuk tahun 2019-2024;


4. Siap menerima arahan partai koalisi.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore