Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Maret 2018 | 00.52 WIB

Warga Pasar Wage Nganjuk Kompak Dukungan Khofifah

Khofifah Indar Parawansa saat memilih sayuran di pasar Wage, Nganjuk, Minggu (25/3) - Image

Khofifah Indar Parawansa saat memilih sayuran di pasar Wage, Nganjuk, Minggu (25/3)

JawaPos.com - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali gencar blusukan ke wilayah Mataraman. Setelah berkunjung ke Ponorogo, Sabtu, (24/3) kemarin, kali ini, Cagub nomor urut satu ini melanjutkan lawatan politiknya ke Nganjuk, Minggu, (25/3).


Lokasi pertama yang manjadi jujukan Khofifah adalah pasar tradisional Wage. Setibanya, Khofifah langsung disambut hangat warga pasar. Tanpa jarak, Khofifah begitu akrab dengan para pedagang dan pembeli di pasar. Ia pun dengan ramah menyalami warga dan melayani ajakan swa foto.


Warga pasar pun terlihat sumringah melihat kedatangan Menteri Sosial (Mensos) 2014-2018 ini. Seperti yang diutarakan oleh Erni seorang pedagang sayur di pasar Wage. Ia mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan Khofifah.


"Senang banget, bisa meluk. Ibu baik ya, dia orangnya enggak mandang siapa-siapa. Bebas aja. Seneng banget aku," ucap Erni.


Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Tuti, seorang pembeli di pasar Wage. Ia mengaku sangat mengagumi sosok Khofifah. Bahkan, Tuti secara terbuka siap memilih pasangan Khofifah-Emil pada Pilgub Jatim 27 Juni nanti.


"Bersalaman aja senang aku, tadi gak sempat foto, tapi yang penting diabadikan di hati itu sudah cukup. Diabadikan di hati kalau aku pilih nomor siji. Beneran, aku pilih bu Khofifah," tegas Tuti.


Sementara dalam aksi blusukannya kali ini, Khofifah nampak sangat bahagia. Usai bercengkrama dengan warga pasar, Ketua Umum Muslimat NU itu langsung menyurusuri lorong-lorong pasar untuk melakukan pengecekan dan menyerap aspirasi sebagai rangkaian navigasi progam Nawa Bhakti Satya.


"Disini harga komunikasi sangat terjangkau sehingga perlu dijaga stabilitasnya," kata Khofifah usalu blusukan.


Ia pun menyarankan kepada masyarakat agar tidak melakukan tawar menawar harga saat berbelanja di pasar tradisional. Sebab, jika dibandingkan dengan harga di pasar modern selisihnya cukup hanya.


"Dari dulu suami saya mengajarkan, kalau di pasar tradisional jangan pernah menawar karena di pasar modern saja tidak ada ruang untuk bargain. Di sini betapa kita sangat bisa mencermati betapa harga-harga sangat murah bisa dijangkau," pungkasnya.

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore