Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Juni 2018 | 17.36 WIB

Cara Unik Bikin Warga Tak Golput, TPS di Kudus Sediakan Doorprize

Doorprize yang disediakan oleh PPS di TPS 01-08 Desa Kramat, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Rabu (27/6). - Image

Doorprize yang disediakan oleh PPS di TPS 01-08 Desa Kramat, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Rabu (27/6).

JawaPos.com - Hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 telah tiba. Hari ini setiap warga yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) berhak menyalurkan dukungannya untuk calon kepala daerahnya.


Ada yang menarik di hari pencoblosan ini. Seperti di TPS 01-08 Desa Kramat, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus Panitia Pemungutan Suara (PPS) menyediakan doorprize untuk warga yang mau mencoblos.


Ketua PPS Kramat Imam Solikulhadi mengatakan, disediakannya doorprize ini untuk menarik minat warga supaya tidak golput. Sebab KPU Kabupaten Kudus menargetnya tingkat partisipasi warga minimal 80 persen.


"Bahwasannya kami adakan doorprize itu untuk memberikan motivasi dan mengejar target KPU Kabupaten yang minimal hadir 80 persen. Oleh sebab itu bagaimana upaya kami, akhirnya kampi pun punya ide itu," ujar Imam di SMP 3 Kudus, Jawa Tengah, Rabu (27/6).


Doorprize yang disediakan sendiri dari berbagai macam barang, seperti sepeda, mesin cuci, dispenser, blender, kipas angin. Pembelian doorprize ini menggunakan uang operasional PPS yang telah disisihkan. Pengumpulan dana itu selama 7 bulan hingga menghasilkan uang senilai Rp 4 juta.


"Sumber dana tidak dari yang lain, sebetulnya kami dari PPS kebetulan punya operasional setiap bulan kemudian kami sisihkan untuk doorprize," terang Imam.


Sementara itu iming-iming doorprize berhasil menarik perhatian warga. Seperti Sri Mulyani, 47, yang berharap mendapat salah satu hadiah yang disediakan panitia.


"Senang, bagus ada doorprize, ya berharapnya menang," kata Sri.


Di sisi lain Kepala Biro Kerjasama Kementerian dan Lembaga Sops Polri, Brigjen Herry Wibowo yang melakukan peninjaun ke TPS mewakili Kapolri mengatakan, doorprize ini bukan sebuah pelanggaran pemilu. Sebab, tidak dimaksudkan untuk mengarahkan dukungan warga untuk salah satu paslon.


"Selama doorprize itu diperoleh dari sesuatu yang tidak melanggar dan hanya untuk memotivasi serta tidak mengarahkan ke paslon tertentu bagus. Kalau mengarah ke sana, tentu sebuah pelanggaran. Tapi, kami belum temukan sampai ke situ," pungkasnya.


Di TPS Desa Kramat sendiri jumlah DPT berjumlah 2.487 pemilih. Pembagian doorprize sendiri akan dilakukan setelah proses hitung suara selesai dilaksanakan.


Hal itu bertujuan supaya tidak mengganggu proses pilkada berlangsung. Kabupaten Kudus sendiri hari ini melakukan pencoblosan untuk Pilgub dan Pibup.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore