
Bupati Tanggamus Samsul Hadi mendapat dukungan banyak partai untuk maju di Pilbup 2018
JawaPos.com - Bupati Tanggamus, Samsul Hadi kembali melenggang menjadi calon bupati pada pilbup 2018. Kali ini petahana menggandeng mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nuzul Irsan sebagai wakilnya.
“Alhamdulillah, dukungan kepada kami untuk maju di pilbup sudah cukup dan dominan,” ungkap Nuzul Irsan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (7/1/2018).
Menurut Nuzul, dia dan Samsul Hadi sudah mengantungi dukungan resmi dari PPP 4 kursi di DPRD Tanggamus, Gerindra 4 kursi, Hanura 3 kursi, PKB 2 kursi, Partai Demokrat 5 kursi, dan PAN 5 kursi.
Dukungan 23 kursi dari partai politik di DPRD ini sudah melampaui syarat formal 9 kursi yang dimiliki pasangan Samsul-Nuzul untuk mendaftar ke KPU Tanggamus, Lampung.
Partai lain yang diharapkan Nuzul mendukungnya adalah PDIP 11 kursi, PKS 3 kursi, dan Partai Nasdem 3 kursi. Karena jika partai politik yang sekarang belum mendukung Samsul-Nuzul mengusung calon lain maka akan terjadi head to head di Tanggamus.
Bahkan, ada kemungkinan sekenario dimana lawan yang dihadapi Samsul-Nuzul adalah Dewi Handajani, istri mantan bupati Tanggamus, Bambang Kurniawan, yang sekarang menjadi terpidana kasus suap.
Bambang Kurniawan sekarang sedang menjalani hukuman penjara di lembaga pemasyarakatan di Lampung setela divonis dua tahun oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjung Karang, Lampung pada 22 Mei 2017.
Bambang divonis karena terbukti memberi gratifikasi kepada beberapa anggota DPRD Tanggamus bernilai Rp 943 juta berkait pembahasan APBD 2016 yang melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Taun 2001 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Sementara itu, Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengingatkan, partai politik harus berhati-hati dalam menyeleksi calon kepala daerah yang akan maju pada Pilkada serentak 2018 mendatang.
“Parpol harus betul-betul ketat dan selektif. Parpol seharusnya proakif untuk mengecek di KPK, Kejaksaan dan di kepolisian terkait rekam jejak calon yang bakal diusungnya dalam Pilkada mendatang,” kata Pangi pada JawaPos.com, Minggu (7/1) menanggapi dugaan muncuknya politik dinasti dalam Pilkada Tanggamus 2018 dan daerah lainnya di Indonesia.
Pangi juga mengingatkan, parpol beserta masyarakat atau pemilih sebetulnya belum terlalu siap dan belum bisa menerima politik dinasti. Mestinya sikap masyarakat tersebut, kata Pangi, harus diikuti partai politik agar tidak memberi ruang terhadap politik dinasti
Dikatakan Pangi, partai harusnya memberi keteladanan dengan mengunci dan tidak memberi tempat tumbuh kembang politik dinasti itu sendiri. Seba, demokrasi memberi kesempatan pda kondisi itu, sehingga terjadi pergantian kepemimpinan secara reguler terhadap siapa pun punya kans dan peluang untuk menjadi pemimpin.
“Politik dinasti merusak tradisi politik pergantian kekuasaan secara reguler, tidak boleh hanya jatuh di lingkaran keluarga itu-itu saja,” kritik Pangi.
Menurut Pangi, masyarakat harus disiapkan menu yang terbaik. “Yang menyedorkan nama tersebut kan partai. Nah masyarakat hanya memilih menu yang disajikan partai,” pungkas Pangi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
