
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi.
JawaPos.com - Jelang perhelatan pemilihan kepala daerah pada Juni mendatang, Lembaga survei Indikator Politik Indonesia kembali mengeluarkan hasil temuan mengenai peta kekuatan paslon di pilkada Jawa Barat 2018. Hasilnya, hanya ada dua paslon yang memiliiki kekuatan elektoral terkuat.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan, dalam simulasi kertas suara, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) masih menempati posisi pertama dengan memperoleh 40,9 persen suara, sementara Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM) menyusul tipis di posisi kedua dengan 35,6 persen suara.
Sementara itu, dua kandidat lainnya masih terpaut jauh dengan kedua pasangan tersebut. Pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) hanya memperoleh 5,3 persen suara, sedangkan Hasanudin-Charliyan (Hasanah) mendapatkan 2,7 persen suara dan tidak menjawab 15,4 persen.
"Kesimpulan ini menunjukkan pertarungan yang sangat ketat antara dua pasangan ini dan menunjukan dua pasangan lain yang relatif kurang kompetitif, kalaupun toh 15 persen yang belum menentukan pilihan di survei kami diambil semuanya oleh pak Sudrajat itu relatif suara totalnya masih dibawah antara pak RK dan dan DM," kata Burhan di Kantor Indikator Politik Indonesia, Jakarta, Rabu (6/6).
Menurut Burhan, ada masalah cukup berarti mengenai mengapa suara pasangan Asyik dan Hasanah cukup tertinggal oleh kedua pasangan lainnya. Padahal, kedua paslon itu telah didukung oleh partai politik yang memiliki kekuata elektoral di daerah yang cukup besar.
"Problem pak Sudrajat karena lebih ketidak kenalanya begitu tinggi, kurang 30 persen hanya warga Jabar yang mengenal pak Sudrajat, ini penyebab utama kenapa pak Sudrajat kurang kompetitif, demikian pula sama pak TB hasanudin," ucapnya.
"Karena problem di tingkat kenalan ini, seolah-olah pilkada Jabar hanya milik dua paslon yakni Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar," sambungnya.
Sebagai informasi, Survei ini dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2019 dengan populasi sampel yang berjumlah 5.169 responden. Dengan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 3,5 persen.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
