
konferensi pers Perkembangan Persiapan Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU)Kuala Lumpur di kantor KPU RI, Jumat (8/3) (FOTO: tangkapan layar Youtube KPU RI)
JawaPos.com - Ketua KPU Hasyim Asy'ari menanggapi pernyataan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto.
Dalam konferensi pers di media center kantor KPU RI Jumat 8 Maret, Hasyim Asy'ari dengan tegas membantah mengunci suara pasangan capres-cawapres nomor urut 3 tersebut.
Ia menegaskan kalau KPU tidak pernah mematok suara salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden maupun partai tertentu, karena pemungutan suara yang dilakukan secara langsung.
"Karena pemungutan suara ini bersifat langsung, langsung artinya yang menentukan suara adalah suaranya pemilih yang menggunakan hak pilih pada hari H pemungutan suara, yang di dalam negeri pada tanggal 14 Februari 2024," kata Hasyim Asy'aridi KPU RI, Jakarta, yang dilansir dari akun Youtube KPU RI, Jumat (8/3).
Bahkan Hasyim Asy'ari menyebut, seberapa banyak jumlah pemilih yang hadir pada hari pemungutan saja KPU tidak bisa memprediksi dan mengontrol, terlebih mengontrol suara.
"Berapa jumlah pemilih yang hadir saja KPU tidak bisa mengontrol, apalagi kalau mengontrol perolehan suara, mengontrol dalam arti sudah mematok dan menentukan sejak awal pasangan calon nomor 1 sekian, nomor 2 sekian, nomor 3 sekian, jadi tidak ada KPU kemudian sudah sudah mengunci 17% tidak pernah," tekan Hasyim Asy'ari.
Perolehan suara baik itu berupa suara maupun suara yang dikonversi menjadi persentase, sambung Hasyim, semuanya berasal dari perhitungan suara secara berjenjang dari Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Jadi kalau ada informasi kabar atau pernyataan seperti itu, itu KPU membantah, tidak pernah mematok, tidak pernah mengunci, tidak pernah menargetkan partai tertentu, pasangan calon tertentu. Sejak awal tidak ada, jadi semuanya yang dihitung KPU berdasarkan dari perolehan suara di TPS," beber Hasyim Asy'ari.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto menyebut suara pasangan Ganjar-Mahfud dikunci 17 persen.
Dugaan itu diperkuat saat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud itu bertemu dengan pakar IT, dari situ ia mengklaim telah menemukan suatu algoritma untuk mengunci perolehan suara paslon nomor urut 3 tersebut hanya di 17 persen.
Atas dugaan itu, Hasto Kristiyanto mendorong untuk dilakukan audit forensik kepada KPU untuk mengungkapkan potensi kecurangan dalam penghitungan suara pada pemilu 2024.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
