
Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan hak pilihnya di TPS 31, Kelurahan Jemurwonosari, Wonocolo, Surabaya pada hari Rabu (14/2) lalu./Hanif Nashrullah/ANTARA
JawaPos.com – Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menyebut para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) adalah pejuang demokrasi.
Hal itu menanggapi kesuksesan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan banyaknya anggota KPPS yang sakit bahkan meninggal dunia. Ia menyoroti khususnya di Jawa Timur, kerja keras para anggota KPPS dalam pemungutan dan penghitungan suara perlu diapresiasi.
“Para petugas KPPS sangat layak diapresiasi karena bekerja sangat keras. Berkat sumbangsig mereka, Pemilu 2024 khususnya di Jawa Timur dapat terlaksana dengan baik dan sukses,” ujarnya pada siaran pers di hari Minggu (18/2) seperti dilansir dari Antara.
Menurutnya, para anggota KPPS tersebut bukan hanya mengawal proses pemilihan presiden dan wakil presiden saja tetapi juga mengawal pemilihan anggota legislatif atau caleg di wilayah kerja mereka masing-masing.
Sehingga dengan banyaknya proses pemilihan tersebut tidak sedikit anggota KPPS yang sakit atau bahkan meninggal dunia saat bertugas.
“Tidak berlebihan jika saya menyebut mereka yang gugur sebagai pejuang demokrasi,” ungkapnya.
Diketahui sebanyak 13 orang petugas KPPS serta dua petugas satuan perlindungan masyarakat (linmas) Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jawa Timur meninggal dunia pada saat dan setelah bertugas di Pemilu 2024.
Anggota KPPS yang meninggal dunia tersebut berasal dari Kota Madiun, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Magetan, Kota Probolinggo, Kabupaten Bangkalan (dua orang), Kota Malang, Kota Surabaya (dua orang), Kota Kediri, dan Kabupaten Malang.
Sementara dua orang petugas Linmas yang meninggal dunia berasal dari Kabupaten Madiun dan Kabupaten Tuban.
Berdasarkan kronologi kejadian, diketahui beberapa penyebab kematian para petugas KPPS dan Linmas tersebut yaitu seperti terlibat kecelakaan kendaraan, tersengat listrik, kelelahan, dan punya riwayat penyakit bawaan diabetes, hipertensi, dan jantung.
Khofifah menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya para petugas pemilu yakni KPPS dan Linmas dalam tugasnya tersebut.
Ia juga berencana melakukan takziah ke rumah duka untuk menemui keluarga sekaligus mendoakan mereka yang meninggal agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Mohon kepada warga Jawa Timur untuk ikut mendoakan para petugas pemilu yang gugur dalam tugas. Semoga almarhum dan almarhumah dipanggil dalam keadaan husnul khotimah. Diampuni segala khilafnya dan diterima semua amal ibadahnya. Serta keluarga yang ditinggalkan dapat sabar dan ikhlas,” pungkasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
