
Anggota KPU RI Idham Holik (tengah) bersama para anggota KPU RI saat memberikan keterangan persnya, di kantor KPU RI, Jakarta, Senin (1/8/2022). Dalam keterangan persnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan dokumen pendaftaran dari enam partai politi
JawaPos.com – Polemik format debat calon presiden dan calon wakil presiden belum juga tuntas hingga kemarin (4/12). Padahal, debat perdana tinggal seminggu lagi, yakni 12 Desember 2023.
Komisioner KPU Idham Holik mengatakan, pihaknya masih akan berdiskusi dengan tim kampanye semua pasangan calon. Koordinasi tersebut juga dilakukan untuk finalisasi format debat.
Idham mengatakan, dalam rapat nanti tim kampanye semua paslon dipersilakan berpendapat. Namun, keputusan terakhir tetap di KPU. ’’Nanti keputusannya diambil KPU secara mandiri,’’ imbuhnya.
Soal kapan rapat koordinasi dilakukan, pria asal Karawang itu belum bisa membeberkan. Yang jelas, sebelum debat digelar. Meski waktu tersisa hanya sepekan, Idham menilai tidak menjadi persoalan. ’’Delapan hari kan masih ada rentang waktu yang cukup,’’ jelasnya.
Selain format debat, lanjut Idham, rapat koordinasi dibutuhkan untuk memfinalisasi aspek lain. Misalnya, penetapan moderator, urutan debat capres dan debat cawapres, hingga teknis lainnya.
Sementara itu, cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Timnas Amin tidak pernah mengusulkan perubahan format debat capres-cawapres. Urusan debat, pasangan Amin menyerahkan sepenuhnya kepada penyelenggara pemilu, yakni KPU. ”Saya dan Mas Anies tidak pernah usul (perubahan format debat cawapres),” kata Muhaimin kemarin.
Ketua umum PKB yang akrab disapa Gus Muhaimin itu memastikan, pasangan Amin akan mengikuti seluruh aturan debat yang dibuat KPU. ”Itu semua kami serahkan ke KPU dan kami tunggu, apa pun kemauan KPU kami ikuti,” ujar Muhaimin.
Kapten Timnas Pemenangan Amin M. Syaugi Alaydrus menambahkan, pihaknya sama sekali tak pernah mengusulkan peniadaan debat cawapres. Sebaliknya, Timnas Amin meminta kepada KPU untuk tetap mengadakan debat khusus cawapres. Dia menegaskan, jika ada pihak yang mengusulkan peniadaan debat cawapres, dipastikan usulan tersebut bukan berasal dari pasangan Amin.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait tudingan mantan Ketua KPK Agus Rahardjo. Sebelumnya, Agus sempat membeberkan bahwa Jokowi meminta kasus e-KTP yang menersangkakan Setya Novanto untuk dihentikan. Agus yang menjabat periode 2015–2019 juga menyebut Jokowi membentaknya karena marah.
Di hadapan media, Jokowi menampik jika meminta kasus dihentikan. ’’Coba dilihat di berita tahun 2017 pada bulan November, saya sampaikan saat itu Pak Setya Novanto ikuti proses hukum yang ada,” katanya.
Jokowi juga menyatakan bahwa proses hukum berjalan dengan semestinya. Di akhir perjalanan kasus, Setya Novanto divonis 15 tahun kurungan.
’’Buktinya, proses hukuman berjalan. Pak Setya Novanto sudah divonis dengan hukuman 15 tahun,” ungkapnya. (far/tyo/lyn/c7/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
