Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 April 2019 | 19.54 WIB

‎TKN Ingin Koruptor Dimiskinkan, Bukan Diberi Uang Pensiun

Prabowo sowan ke gubernur jogja Ridho - Image

Prabowo sowan ke gubernur jogja Ridho

JawaPos.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin tidak sependapat dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang berencana akan memberikan uang pensiun kepada para koruptor. Direktur Advokasi dan Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan mengatakan, pihaknya justru ingin koruptor dimiskinkan.

Dia mengatakan, kalau perlu koruptor ini diberikan hukuman berat. Bukannya malah diberi fasilitas uang pensiun.

"Justru kita ingin koruptor dimiskinkan, diberikan punishment besar. Ini kok malah diberikan fasilitas dengan memberikan uang pensiun,‎ kan lucu," ujar Ade saat dihubungi, Selasa (9/4).

Oleh sebab itu, Ade mengatakan sebaiknya Prabowo berkonsultasi terlebih lebih dahulu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, menurut Ade, pemikiran Prabowo itu sangat bertentangan dengan konsep KPK yang juga ingin memiskinkan koruptor.

"Seharusnya dia konsultasi ke penyidik KPK Novel Baswedan. Kenapa dia enggak berkonsultasi, kan lucu," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean mengatakan, pernyataan Prabowo hanyalah kiasan. Maksud dari pernyataan Prabowo itu yakni para koruptor tidak boleh bekerja lagi Indonesia. Sebab, Prabowo takut uang negara dicuri lagi.

"Artinya tidak boleh lagi ada koruptor yang bekerja di negera ini. Maka semua koruptor‎ di negeri ini akan dipensiunkan," ujar Ferdinand.

Ferdinand juga menegaskan, komitmen Prabowo untuk pemberantasan korupsi tidak perlu dipertanyakan lagi. Ferdinand mengatakan bahwa Prabowo ingin agar KPK diperkuat.

"Caranya dengan membangun KPK di seluruh daerah. Jadi, ingin jangkauan tangan KPK lebih luas, sehingga lebih maksimal bekerja," katanya.

Sebelumnya, Prabowo berencana memanggil para koruptor bila terpilih menjadi presiden. Tujuannya, untuk meminta mereka bertaubat. Hal ini agar koruptor tak korupsi lagi.

Ia pun telah menyiapkan penawaran bagi para koruptor itu, berupa sekian dana hasil korupsi boleh disimpan para koruptor sebagai uang pensiun mereka.

"Ya bolehlah kita sisihkan untuk pensiun. Boleh enggak, untuk dia pensiun? Berapa? Kita tinggalkan berapa? 5 persen? 5 persen? 3 persen? Nggak boleh?” kata dia dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Selain itu, Prabowo juga menjanjikan akan menerima para koruptor itu sebagai keluarga bila mau bertaubat. Dengan cara ini, Prabowo yakin bisa membawa perubahan dan bisa membersihkan Indonesia dari praktik korupsi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore