
Prabowo sowan ke gubernur jogja Ridho
JawaPos.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin tidak sependapat dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang berencana akan memberikan uang pensiun kepada para koruptor. Direktur Advokasi dan Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan mengatakan, pihaknya justru ingin koruptor dimiskinkan.
Dia mengatakan, kalau perlu koruptor ini diberikan hukuman berat. Bukannya malah diberi fasilitas uang pensiun.
"Justru kita ingin koruptor dimiskinkan, diberikan punishment besar. Ini kok malah diberikan fasilitas dengan memberikan uang pensiun, kan lucu," ujar Ade saat dihubungi, Selasa (9/4).
Oleh sebab itu, Ade mengatakan sebaiknya Prabowo berkonsultasi terlebih lebih dahulu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, menurut Ade, pemikiran Prabowo itu sangat bertentangan dengan konsep KPK yang juga ingin memiskinkan koruptor.
"Seharusnya dia konsultasi ke penyidik KPK Novel Baswedan. Kenapa dia enggak berkonsultasi, kan lucu," katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean mengatakan, pernyataan Prabowo hanyalah kiasan. Maksud dari pernyataan Prabowo itu yakni para koruptor tidak boleh bekerja lagi Indonesia. Sebab, Prabowo takut uang negara dicuri lagi.
"Artinya tidak boleh lagi ada koruptor yang bekerja di negera ini. Maka semua koruptor di negeri ini akan dipensiunkan," ujar Ferdinand.
Ferdinand juga menegaskan, komitmen Prabowo untuk pemberantasan korupsi tidak perlu dipertanyakan lagi. Ferdinand mengatakan bahwa Prabowo ingin agar KPK diperkuat.
"Caranya dengan membangun KPK di seluruh daerah. Jadi, ingin jangkauan tangan KPK lebih luas, sehingga lebih maksimal bekerja," katanya.
Sebelumnya, Prabowo berencana memanggil para koruptor bila terpilih menjadi presiden. Tujuannya, untuk meminta mereka bertaubat. Hal ini agar koruptor tak korupsi lagi.
Ia pun telah menyiapkan penawaran bagi para koruptor itu, berupa sekian dana hasil korupsi boleh disimpan para koruptor sebagai uang pensiun mereka.
"Ya bolehlah kita sisihkan untuk pensiun. Boleh enggak, untuk dia pensiun? Berapa? Kita tinggalkan berapa? 5 persen? 5 persen? 3 persen? Nggak boleh?” kata dia dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Selain itu, Prabowo juga menjanjikan akan menerima para koruptor itu sebagai keluarga bila mau bertaubat. Dengan cara ini, Prabowo yakin bisa membawa perubahan dan bisa membersihkan Indonesia dari praktik korupsi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
