
Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi saat di Medan
JawaPos.com - Pada Pilkada Serentak 2018 diperkirakan calon yang bertarung tidak hanya dari kalangan sipil, tapi ada juga dari TNI dan Polri. Hanya saja untuk dua institusi ini mereka harus mengundurkan diri dulu sebagai abdi negara aktif.
"Kalau anggota TNI ingin mencalonkan sebagai kepala daerah boleh-boleh saja, tapi harus mundur sesuai prosedur dan aturan. Itu persyaratannya," kata Kapuspen TNI Mayjen Sabrar Fadhilah saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (25/12).
Sabrar menjelaskan, jika seorang prajurit TNI ingin pensiun dini dengan alasan untuk menjadi kepala daerah maka harus memenuhi syarat administrasi institusi TNI. "Misalnya sudah sekian tahun berdinas, kemudian mungkin persyaratan yang lainnya harus disiapkan. Pada prisnipnya boleh, kan sudah banyak," ungkap Sabrar.
Sabrar menerangkan, pengunduran diri seorang prajurit TNI untuk mau menjadi kepala daerah merupakan hak setiap individu. "Itu hak perorangan, kalau ada yang aktif mendukung partai itu politik praktis dan harus mundur dari TNI," tegas Sabrar.
Kendati ada prajurit TNI bertarung di pesta demokrasi, namun anggota TNI sebagai institusi militer yang telah dipercaya oleh masyarakat hanya menjalankan politik negara.
Sebagaimana diketahui saat ini hanya Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang akan mengikuti kontestasi kepala daerah di Sumatera Utara. Dia telah digadangkan oleh sejumlah partai politik untuk maju, yakni Hanura, Gerindra, PKS dan PAN.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
