Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2026 | 09.51 WIB

Ingin Anak-Anak Anda Menghormati Anda Saat Mereka Dewasa? Hentikan 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang dihormati oleh anak-anak mereka./Freepik/freepik - Image

seseorang yang dihormati oleh anak-anak mereka./Freepik/freepik

JawaPos.com - Mengasuh anak bukan hanya tentang memastikan mereka tumbuh sehat dan cerdas, tetapi juga tentang membangun hubungan jangka panjang yang dilandasi rasa hormat.

Banyak orang tua berharap anak-anak mereka akan tetap menghargai dan menghormati mereka saat dewasa, namun tanpa disadari justru melakukan kebiasaan-kebiasaan yang merusak fondasi tersebut.

Psikologi modern menunjukkan bahwa rasa hormat tidak bisa dipaksakan—ia dibangun melalui interaksi sehari-hari, terutama di masa kanak-kanak.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (20/4), jika Anda ingin memiliki hubungan yang sehat dengan anak-anak Anda di masa depan, penting untuk mulai menghindari beberapa kebiasaan berikut.

1. Terlalu Mengontrol Segala Hal

Mengatur anak memang penting, tetapi jika Anda terlalu mengontrol setiap aspek kehidupan mereka—mulai dari pilihan teman, hobi, hingga cara berpikir—anak akan merasa tidak dipercaya.

Dalam jangka panjang, ini bisa menimbulkan dua kemungkinan:

Anak menjadi pemberontak
Atau justru kehilangan kepercayaan diri dan bergantung sepenuhnya

Rasa hormat tumbuh dari ruang yang diberikan untuk berkembang, bukan dari kontrol yang berlebihan.

2. Tidak Konsisten dalam Aturan

Hari ini Anda melarang sesuatu, besok Anda membolehkannya. Ketidakkonsistenan seperti ini membuat anak bingung dan kehilangan arah.

Secara psikologis, anak membutuhkan struktur yang jelas. Ketika aturan berubah-ubah tergantung suasana hati orang tua, anak akan sulit memahami nilai dan batasan. Akibatnya, mereka juga cenderung tidak menghormati aturan—termasuk Anda sebagai pembuat aturan tersebut.

3. Menggunakan Rasa Takut sebagai Alat Didik

Ancaman, bentakan, atau hukuman berlebihan mungkin efektif dalam jangka pendek, tetapi berdampak buruk dalam jangka panjang.

Anak yang dibesarkan dengan rasa takut cenderung:

Menjauh secara emosional
Menyembunyikan kesalahan
Kehilangan rasa aman

Rasa hormat sejati bukan berasal dari ketakutan, melainkan dari kepercayaan dan koneksi emosional.

4. Tidak Mau Mendengarkan Anak

Banyak orang tua merasa selalu benar karena pengalaman hidup yang lebih banyak. Namun, mengabaikan pendapat anak membuat mereka merasa tidak dihargai.

Psikologi menunjukkan bahwa anak yang didengarkan akan:

Lebih terbuka
Lebih percaya diri
Lebih menghormati orang tua

Jika Anda ingin dihormati, mulailah dengan menghormati perspektif mereka—meskipun Anda tidak selalu setuju.

5. Terlalu Sering Mengkritik

Kritik yang berlebihan, terutama tanpa diimbangi apresiasi, dapat merusak harga diri anak.

Kalimat seperti:

“Kamu selalu salah”
“Kenapa tidak bisa seperti orang lain?”

akan tertanam dalam pikiran mereka dan membentuk citra diri negatif.

Anak yang tumbuh dengan kritik terus-menerus mungkin akan:

Menjauh saat dewasa
Menyimpan luka emosional
Kehilangan respek terhadap orang tua

6. Tidak Memberi Contoh yang Baik

Anak belajar bukan dari apa yang Anda katakan, tetapi dari apa yang Anda lakukan.

Jika Anda:

Mudah marah
Tidak jujur
Tidak menghargai orang lain

maka anak akan meniru hal yang sama. Sulit bagi anak untuk menghormati orang tua yang tidak mencerminkan nilai yang mereka ajarkan.

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai modeling behavior—anak meniru perilaku yang mereka lihat setiap hari.

7. Mengabaikan Kebutuhan Emosional Anak

Memberikan makanan, pendidikan, dan fasilitas saja tidak cukup. Anak juga membutuhkan perhatian emosional.

Ketika orang tua:

Terlalu sibuk
Tidak hadir secara emosional
Menganggap remeh perasaan anak

anak akan merasa tidak penting.

Dalam jangka panjang, mereka mungkin:

Menjauh secara emosional
Tidak merasa terikat
Sulit menghormati orang tua karena tidak ada kedekatan
Penutup

Rasa hormat dari anak bukanlah sesuatu yang muncul secara otomatis ketika mereka dewasa. Ia adalah hasil dari hubungan yang dibangun sejak dini—melalui kepercayaan, komunikasi, dan contoh yang konsisten.

Menghentikan kebiasaan-kebiasaan di atas bukan berarti menjadi orang tua yang sempurna, tetapi menjadi orang tua yang sadar dan mau bertumbuh.

Pada akhirnya, anak-anak tidak hanya akan mengingat apa yang Anda ajarkan, tetapi bagaimana Anda membuat mereka merasa.

Dan dari sanalah rasa hormat sejati akan tumbuh.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore