
seseorang yang telah siap menjadi ayah./Freepik/freepik
JawaPos.com - Menjadi ayah bukan sekadar status biologis. Dalam perspektif psikologi, kesiapan menjadi ayah jauh lebih dalam daripada kemampuan finansial atau usia yang “cukup matang”.
Ayah yang siap secara emosional telah membangun fondasi psikologis yang kuat jauh sebelum seorang anak hadir dalam hidupnya.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (17/2), berdasarkan teori perkembangan dan hubungan interpersonal dari tokoh seperti John Bowlby, Daniel Goleman, dan Erik Erikson, ada beberapa karakteristik yang konsisten muncul pada pria yang kelak menjadi ayah yang hangat, stabil, dan suportif.
Ciri ini biasanya sudah terlihat sebelum ia memiliki anak—misalnya dalam cara ia menghadapi konflik pekerjaan atau masalah dalam hubungan.
2. Bertanggung Jawab Tanpa Disuruh
Kesiapan emosional terlihat dari rasa tanggung jawab yang konsisten. Ia tidak lari dari konsekuensi, tidak menyalahkan orang lain, dan tidak menghindari masalah.
Dalam tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson, fase kedewasaan berkaitan dengan generativity—keinginan untuk berkontribusi dan merawat generasi berikutnya.
Pria yang siap menjadi ayah biasanya sudah menunjukkan kepedulian terhadap orang lain dan rasa tanggung jawab sosial bahkan sebelum memiliki anak.
3. Mampu Berempati dan Mendengarkan
Ayah yang baik bukan hanya pemberi nasihat, tetapi juga pendengar yang hadir sepenuhnya. Kemampuan empati—merasakan dan memahami sudut pandang orang lain—adalah indikator utama kesiapan emosional.
Teori keterikatan dari John Bowlby menekankan pentingnya kehadiran emosional orang tua dalam membentuk rasa aman anak. Pria yang siap menjadi ayah biasanya sudah menunjukkan empati dalam hubungan pertemanan maupun romantis.
Ia tidak meremehkan perasaan orang lain. Ia bertanya, mendengar, dan mencoba memahami.
4. Tidak Takut dengan Komitmen
Komitmen sering kali menjadi ujian kedewasaan emosional. Pria yang siap menjadi ayah tidak melihat komitmen sebagai beban, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab yang ia pilih secara sadar.
Ia konsisten dalam hubungan, menepati janji, dan tidak mudah mundur ketika keadaan menjadi sulit. Ini bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kesediaan untuk tetap hadir.
5. Memiliki Pola Hubungan yang Sehat
Cara seorang pria memperlakukan pasangannya sering kali menjadi gambaran bagaimana ia kelak memperlakukan anaknya. Pria dengan pola hubungan yang sehat mampu berkomunikasi secara terbuka, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan verbal atau emosional, dan menghormati batasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022