
Ilustrasi orang tua yang memarahi anaknya. (Freepik)
JawaPos.Com - Kata-kata orang tua memiliki kekuatan yang jauh melampaui niat di balik pengucapannya.
Dalam masa tumbuh kembang, suara orang tua menjadi rujukan utama bagi anak untuk memahami siapa dirinya dan seberapa berharganya ia di dunia ini.
Ucapan yang terlontar dalam kondisi lelah, marah, atau frustrasi bisa tertanam jauh lebih dalam daripada yang disadari.
Sering kali, orang tua bermaksud mendidik atau menegur, namun pilihan kata yang keliru justru meninggalkan bekas emosional yang bertahan lama.
Luka ini tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi memengaruhi cara anak membangun kepercayaan diri, relasi, dan pandangan terhadap diri sendiri.
Dilansir dari Geediting, inilah delapan ucapan orang tua yang tanpa disadari dapat menjadi luka emosional seumur hidup bagi anak.
1. “Kamu selalu bikin masalah.”
Ucapan ini memberi label negatif yang melekat kuat pada identitas anak.
Ketika kata “selalu” digunakan, anak belajar melihat dirinya sebagai sumber masalah, bukan sebagai individu yang sedang belajar dari kesalahan.
Seiring waktu, label ini dapat berkembang menjadi keyakinan bahwa dirinya memang bermasalah.
Anak tumbuh dengan rasa bersalah yang berlebihan dan kecenderungan menyalahkan diri sendiri, bahkan dalam situasi yang tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.
2. “Kenapa kamu tidak bisa seperti anak orang lain?”
Perbandingan dengan orang lain sering meninggalkan luka mendalam.
Ucapan ini menyampaikan pesan bahwa anak tidak cukup baik sebagaimana dirinya sekarang.
Dampaknya bukan sekadar rasa cemburu atau sedih sesaat, melainkan tumbuhnya perasaan tidak layak.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
