Ilustrasi anak tidak akur dengan saudaranya (Pvproductions/Freepik)
JawaPos.com - Hubungan antara saudara kandung ibarat dua sisi mata uang: saling melengkapi namun kerap berseberangan.
Ada kalanya mereka menjadi sahabat paling dekat, tetapi di saat lain bisa terjebak dalam konflik yang membuat orang tua bingung menghadapinya. Fenomena ini dikenal sebagai persaingan antar saudara atau sibling rivalry.
Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa persaingan tersebut bukan semata-mata muncul dari anak, melainkan sering dipicu oleh pola asuh yang tidak disadari orang tua.
Perkataan sederhana, perbandingan kecil, hingga pembagian perhatian yang tidak seimbang bisa menjadi bara api yang memperkuat rasa iri dan kompetisi di antara mereka.
Kabar baiknya, persaingan saudara tidak harus menjadi masalah jangka panjang. Dengan memahami kesalahan umum dalam pola asuh, Anda dapat mengubah konflik menjadi peluang belajar bagi anak.
Artikel ini akan membahas 7 kesalahan yang kerap dilakukan orang tua beserta solusi ilmiah yang terbukti efektif untuk menumbuhkan hubungan harmonis antar saudara dihimpun dari Parenting Hacks.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
