Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 20.37 WIB

6 Cara Jitu Bikin Anak Pintar dan Percaya Diri, Beda dari yang Lain!

 

Ilustrasi, orang tua yang sedang berbicara kepada sang anak. Freepik/ user18526052.

JawaPos.com - ​Sebagai orang tua, kita seringkali terpengaruh oleh berbagai mitos dan stereotip gender tentang bagaimana seharusnya anak laki-laki dan perempuan tumbuh dan berkembang. Kita mungkin berpikir bahwa anak laki-laki lebih agresif dan kurang peka, sementara anak perempuan lebih pandai berkomunikasi dan mengurus orang lain. 

Padahal, pemahaman ini tidak didukung oleh data ilmiah. Faktanya, membiarkan anak terkotak-kotak dalam stereotip justru bisa menghambat potensi mereka.

​Nah, agar anak-anakmu bisa tumbuh cerdas dan penuh percaya diri, coba deh terapkan enam strategi pengasuhan yang terbukti efektif ini. Dengan melepaskan diri dari pandangan lama, kamu bisa jadi orang tua yang lebih suportif dan membantu anak menemukan bakat tersembunyi mereka, tanpa batasan gender.

Berikut adalah 6 cara jitu membuat anak pintar dan percaya diri seperti dirangkum dari laman Your Tango!

​1. Jangan Terjebak Asumsi Gender

​Lupakan stereotip bahwa anak laki-laki kurang terampil secara verbal atau anak perempuan tidak cocok dengan matematika. Faktanya, kemampuan verbal antara laki-laki dan perempuan hampir tidak memiliki perbedaan signifikan. 

Jika anak laki-laki terkadang terlihat kurang mahir membaca, itu seringkali karena mereka merasa membaca bukan "hal yang biasa dilakukan anak laki-laki," sehingga mereka kurang berlatih. Sebagai orang tua, kamu bisa mendorong anak laki-lakimu untuk membaca buku-buku yang menantang dan memotivasi mereka untuk berprestasi di bidang tersebut.

​2. Lindungi Anak dari Kecemasan Guru

​Sebuah studi menunjukkan bahwa kecemasan guru perempuan terhadap matematika bisa menular kepada murid perempuan mereka. Jika seorang anak perempuan sudah meyakini stereotip bahwa "perempuan tidak pandai matematika”, performa akademisnya bisa menurun.

Namun, kamu bisa berperan sebagai "vaksin" dengan menanamkan keyakinan bahwa anak perempuan bisa sama hebatnya dalam matematika. Beri tahu anakmu bahwa kemampuan mereka tidak dibatasi oleh stereotip.

​3. Gunakan Bahasa yang Kaya Emosi

​Kemampuan verbal tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh stimulasi yang diberikan. Studi menunjukkan bahwa ibu cenderung menggunakan bahasa yang lebih kaya dan ekspresif saat berbicara dengan anak perempuan, sementara dengan anak laki-laki mereka lebih sering memberikan arahan sederhana. 

Dampaknya, anak perempuan punya kosakata lebih banyak di awal. Untuk itu, bicaralah dengan anak laki-lakimu menggunakan kalimat yang kaya dan penuh emosi. Ini akan membantu mereka mengembangkan kemampuan berbicara, membaca, dan menulis dengan baik.

​4. Dorong Minat Anak Tanpa Batas

​Mitos bahwa "anak perempuan tidak pandai sains dan matematika" seringkali membuat mereka merasa cemas dan akhirnya berprestasi buruk. Mulailah sejak dini dengan mengenalkan anak perempuan pada sains dan matematika. 

Belikan mainan konstruksi seperti balok dan ajak mereka aktif mengeksplorasi minatnya. Jangan biarkan anak perempuanmu berpikir bahwa mainan atau bidang tertentu hanya untuk anak laki-laki. Doronganmu bisa membantunya menemukan passion baru yang mungkin tidak pernah ia duga.

​5. Jangan Meremehkan Kemampuan Anak

​Orang tua seringkali tanpa sadar meremehkan kemampuan fisik anak perempuan, bahkan sejak usia dini. Sebuah studi menunjukkan bahwa ibu cenderung lebih cepat panik saat melihat anak perempuan melakukan sesuatu yang "berisiko," padahal kemampuan anak laki-laki dan perempuan sebenarnya tidak jauh berbeda. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore