Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 18.29 WIB

Anak Mudah Rewel Meski Ditinggalkan Sebentar? Kenali Separation Anxiety dan 8 Cara untuk Mengatasinya

Seorang ibu yang sedang menenangkan anaknya. (dok. Freepik) - Image

Seorang ibu yang sedang menenangkan anaknya. (dok. Freepik)

JawaPos.com - Separation anxiety adalah kecemasan yang muncul pada bayi atau balita ketika ditinggal oleh orang tua atau pengasuh, misalnya saat dititipkan di tempat penitipan anak atau ketika orang tua pergi bekerja. Anak biasanya akan menangis lebih sering, menolak ditinggal, atau menunjukkan perilaku sangat bergantung pada pengasuhnya.

Tanda-tanda awal kecemasan perpisahan bisa muncul sejak usia 4-5 bulan, namun biasanya lebih jelas pada usia 9 bulan. Ada bayi yang baru mengalaminya ketika lebih besar, dan ada juga yang hampir tidak pernah mengalaminya.

Penyebab utama kecemasan perpisahan adalah ketika bayi mulai memahami object permanence, yaitu kesadaran bahwa orang atau benda tetap ada meskipun tidak terlihat. Pemahaman ini biasanya berkembang pada usia 6–12 bulan.

Namun, karena bayi belum mengerti konsep waktu, mereka tidak tahu kapan orang tua akan kembali, sehingga memicu rasa takut.

Dilansir melalui Medical News Today (MNT), beberapa faktor yang dapat memicu atau memperparah kondisi ini antara lain:

  • Kehadiran adik baru.
  • Perubahan pengasuhan atau masuk ke lingkungan baru (misalnya daycare).
  • Pindah rumah.
  • Kehilangan orang tua atau pengasuh utama.
  • Perpisahan dalam waktu lama, misalnya karena penugasan kerja.
  • Menangkap stres dari orang tua.
  • Kondisi anak yang sedang lelah, lapar, atau sakit.

Orang tua dapat membantu anak mengelola kecemasan dengan langkah-langkah berikut:

1. Peluk dan Beri Kenyamanan

Luangkan waktu untuk memeluk, menenangkan, dan menumbuhkan rasa aman setiap hari.

2. Latih Perpisahan Singkat

Tinggalkan bayi di tempat aman, lalu pergi sebentar dan kembali lagi. Ini mengajarkan bahwa orang tua akan selalu kembali.

3. Gunakan Suara Saat Tidak Terlihat

Bernyanyilah atau berbicaralah dari ruangan lain agar bayi tahu orang tuanya masih ada di sekitar.

4. Bermain Permainan Sederhana

Permainan seperti cilukba atau menutup-mainkan mainan dengan kain dapat membantu anak memahami konsep "pergi-kembali" secara perlahan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore