Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 14.09 WIB

6 Cara Ampuh Atasi Anak Cengeng: Panduan Bijak untuk Orang Tua yang Peduli

ilustrasi orang yang menangis. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang yang menangis. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Menangis adalah cara pertama anak-anak berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya. Namun, jika terlalu sering, hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua.

Dilansir dari laman YouTube Ruang Edukasi, anak-anak usia lima tahun ke bawah cenderung lebih sensitif dan mudah menangis karena berbagai alasan. Bisa karena lapar, lelah, merasa tidak nyaman, atau sekadar ingin mendapat perhatian.

Perilaku cengeng tidak boleh disepelekan karena dapat menghambat tumbuh kembang serta kemampuan anak untuk bersosialisasi. Orang tua perlu memahami bahwa tangisan anak bukan sekadar rengekan, tapi sebuah bentuk komunikasi yang butuh perhatian tepat.

1. Tetap Tenang dan Kendalikan Emosi

Saat anak menangis, hal utama yang perlu dilakukan orang tua adalah tetap tenang. Hindari bereaksi dengan marah atau jengkel karena anak bisa salah mengartikan sebagai penolakan atau ancaman.

Tatap matanya dengan lembut, lalu tanyakan dengan suara tenang apa yang sedang ia rasakan. Tindakan ini menunjukkan bahwa orang tua hadir dan siap mendengarkan, meski butuh waktu agar anak benar-benar tenang kembali.

2. Berikan Sentuhan Fisik yang Menenangkan

Kalimat seperti “jangan nangis” justru sering memperburuk suasana. Alih-alih memarahi, peluk anak dengan penuh kasih dan gunakan intonasi lembut.

Sentuhan hangat dari orang tua memberi rasa aman bagi anak dan membuatnya merasa dicintai serta diperhatikan, yang pada akhirnya membantu meredakan tangisnya.

3. Jangan Langsung Menuruti Keinginan Anak

Memberi apa yang anak minta saat menangis justru bisa menimbulkan kebiasaan buruk. Anak akan belajar bahwa tangisan adalah alat untuk mendapatkan apa yang ia mau.

Sebaiknya, tunjukkan empati namun tetap tegas, sampaikan bahwa Anda memahami keinginannya, tetapi belum tentu bisa dikabulkan sekarang. Ini akan mengajarkan anak berkomunikasi dengan cara yang lebih baik.

4. Atur Pola Istirahat Anak dengan Baik

Salah satu pemicu anak mudah menangis adalah kelelahan. Anak-anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar emosinya stabil.

Pastikan anak tidur tepat waktu dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas berat, terutama di usia emas tumbuh kembangnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore