
ilustrasi orang yang menangis. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Menangis adalah cara pertama anak-anak berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya. Namun, jika terlalu sering, hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua.
Dilansir dari laman YouTube Ruang Edukasi, anak-anak usia lima tahun ke bawah cenderung lebih sensitif dan mudah menangis karena berbagai alasan. Bisa karena lapar, lelah, merasa tidak nyaman, atau sekadar ingin mendapat perhatian.
Perilaku cengeng tidak boleh disepelekan karena dapat menghambat tumbuh kembang serta kemampuan anak untuk bersosialisasi. Orang tua perlu memahami bahwa tangisan anak bukan sekadar rengekan, tapi sebuah bentuk komunikasi yang butuh perhatian tepat.
1. Tetap Tenang dan Kendalikan Emosi
Saat anak menangis, hal utama yang perlu dilakukan orang tua adalah tetap tenang. Hindari bereaksi dengan marah atau jengkel karena anak bisa salah mengartikan sebagai penolakan atau ancaman.
Tatap matanya dengan lembut, lalu tanyakan dengan suara tenang apa yang sedang ia rasakan. Tindakan ini menunjukkan bahwa orang tua hadir dan siap mendengarkan, meski butuh waktu agar anak benar-benar tenang kembali.
2. Berikan Sentuhan Fisik yang Menenangkan
Kalimat seperti “jangan nangis” justru sering memperburuk suasana. Alih-alih memarahi, peluk anak dengan penuh kasih dan gunakan intonasi lembut.
Sentuhan hangat dari orang tua memberi rasa aman bagi anak dan membuatnya merasa dicintai serta diperhatikan, yang pada akhirnya membantu meredakan tangisnya.
3. Jangan Langsung Menuruti Keinginan Anak
Memberi apa yang anak minta saat menangis justru bisa menimbulkan kebiasaan buruk. Anak akan belajar bahwa tangisan adalah alat untuk mendapatkan apa yang ia mau.
Sebaiknya, tunjukkan empati namun tetap tegas, sampaikan bahwa Anda memahami keinginannya, tetapi belum tentu bisa dikabulkan sekarang. Ini akan mengajarkan anak berkomunikasi dengan cara yang lebih baik.
4. Atur Pola Istirahat Anak dengan Baik
Salah satu pemicu anak mudah menangis adalah kelelahan. Anak-anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar emosinya stabil.
Pastikan anak tidur tepat waktu dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas berat, terutama di usia emas tumbuh kembangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
