Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 05.51 WIB

10 Frasa Orang Tua Narsis Perusak Kepercayaan Diri Anak Menurut Psikologi Modern

Seorang anak kecil yang tampak murung dengan bayangan figur dewasa yang dominan, melambangkan dampak orang tua narsistik./Freepik - Image

Seorang anak kecil yang tampak murung dengan bayangan figur dewasa yang dominan, melambangkan dampak orang tua narsistik./Freepik

JawaPos.com - Hubungan orang tua dan anak idealnya adalah sumber cinta serta dukungan tanpa syarat. Namun, tidak semua anak beruntung memiliki pengalaman seperti itu. Beberapa tumbuh dengan orang tua yang menunjukkan ciri-ciri narsistik.

Orang tua narsistik menggunakan kata-kata tertentu yang merusak jiwa anak. Frasa-frasa ini merobek kepercayaan diri mereka. Melansir dari Geediting.com Selasa (22/7), ada sepuluh frasa umum yang mereka pakai.

Berikut adalah 10 frasa yang digunakan orang tua narsis untuk merusak kepercayaan diri anak:

  1. "Kamu Terlalu Sensitif."

Frasa ini meremehkan emosi anak, mengajarkan mereka untuk tidak mempercayai perasaan sendiri. Ini menekan ekspresi emosi yang sehat. Mereka belajar untuk memendamnya.

  • "Semuanya Tentang Kamu, kan?"

  • Pernyataan ini membuat anak merasa egois karena menunjukkan kebutuhan atau keinginan mereka. Ini memutarbalikkan kenyataan dari peran orang tua. Anak jadi merasa bersalah.

  • "Kamu Akan Selalu Gagal."

  • Frasa ini menanamkan rasa takut gagal dalam diri anak. Ini secara langsung merusak ambisi dan motivasi mereka. Anak jadi enggan mencoba hal baru.

  • "Aku Sudah Melakukan Segalanya untukmu."

  • Orang tua narsistik menggunakan frasa ini untuk memanipulasi anak agar merasa berhutang. Ini adalah bentuk kontrol emosional yang kuat. Anak merasa terbebani.

  • "Kenapa Kamu Tidak Bisa Menjadi Seperti [Nama Orang Lain]?"

  • Frasa ini memicu rasa tidak aman pada anak, membuat mereka merasa tidak cukup baik. Ini mendorong perbandingan yang tidak sehat. Anak kehilangan individualitasnya.

  • "Kamu Membuatku Malu."

  • Pernyataan ini membuat anak merasa bertanggung jawab atas emosi atau reputasi orang tua mereka. Ini menempatkan beban emosional yang berat. Anak merasa bersalah dan takut.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore