
kebiasaan meningkatkan ikatan orang tua pada anak menurut Psikologi. (Freepik/ freepik)
JawaPos.com – Membangun ikatan yang kuat antara orang tua dan anak adalah kunci dalam menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis. Jalinan ini tidak hanya berdampak pada kedekatan emosional, tetapi juga memengaruhi perkembangan psikologis anak di masa depan.
Beberapa kebiasaan sederhana dapat mempererat ikatan ini, mulai dari komunikasi yang hangat hingga keterlibatan aktif dalam kehidupan anak.
Dilansir dari geediting.com pada Minggu (22/6), diterangkan bahwa terdapat delapan kebiasaan yang dapat meningkatkan ikatan orang tua pada anak mereka menurut Psikologi.
Komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tapi juga tentang bagaimana kita mendengarkan.
Sebagai orangtua, kita perlu memahami bahwa masalah anak-anak kita semakin kompleks seiring bertambahnya usia mereka, bukan lagi sekadar mainan hilang atau lutut tergores.
Ketika mereka berbagi cerita, baik itu masalah serius maupun hal sepele, kita harus memberikan perhatian penuh tanpa menghakimi atau menyela.
Dengan mempraktikkan kebiasaan mendengarkan aktif ini, anak-anak akan merasa dihargai dan dipahami, yang pada akhirnya membuat mereka lebih terbuka untuk berbagi.
Perubahan memang menakutkan, terutama ketika anak-anak mulai menjalani kehidupan mereka sendiri di tempat yang jauh. Namun alih-alih menolak perubahan ini, kita bisa mengadaptasinya dengan cara-cara baru untuk tetap terhubung.
Misalnya, jadwalkan panggilan video mingguan atau kirim pesan singkat setiap hari. Menerima bahwa hubungan kita dengan anak-anak akan berevolusi adalah langkah penting dalam mempertahankan kedekatan.
Perubahan ini justru bisa membuka peluang untuk menciptakan ritual baru yang bermakna dalam hubungan orangtua-anak.
Mengungkapkan rasa terima kasih secara rutin kepada anak-anak memiliki dampak luar biasa dalam memperkuat ikatan keluarga. Tunjukkan apresiasi atas waktu yang mereka luangkan untukmu, atas perhatian mereka, dan atas kehadiran mereka dalam hidupmu.
Sampaikan rasa syukur dengan tulus, bukan hanya sekedar basa-basi. Praktik sederhana ini bisa menciptakan lingkungan positif yang membuat anak-anak merasa dihargai dan dicintai.
Ketika anak-anak tumbuh dewasa, minat dan hobi mereka mungkin sangat berbeda dengan kita. Namun justru di sinilah pentingnya menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap passion mereka.
Tanyakan tentang proyek terbaru mereka, pelajari dasar-dasar hobi mereka, atau bahkan minta mereka mengajarimu. Bukan tentang menjadi ahli dalam minat mereka, tapi lebih kepada menunjukkan bahwa kamu peduli dan mendukung apa yang mereka sukai.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
