
Kepribadian tidak dekat dengan orang tua saat tumbuh dewasa menurut psikologi
JawaPos.com – Hubungan dengan orang tua selama masa tumbuh dewasa memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian seseorang. Ketika seseorang tidak memiliki kedekatan emosional dengan orang tua, berbagai dampak psikologis dapat terbentuk dan tercermin dalam cara mereka menjalani kehidupan di masa dewasa.
Menurut psikologi, ciri-ciri tersebut sering kali menjadi refleksi dari pengalaman masa kecil yang kurang mendapat dukungan emosional.
Dilansir dari geediting.com pada Minggu (22/6), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri kepribadian orang yang tidak dekat dengan orang tua mereka ketika tumbuh dewasa menurut Psikologi.
1. Kesulitan membangun hubungan yang mendalam
Mereka yang tumbuh dengan ikatan tak dekat bersama orangtua kerap menghadapi tantangan dalam menjalin relasi yang berarti di masa dewasa. Hal ini terjadi karena orangtua seharusnya menjadi figur pertama dalam pembelajaran membangun hubungan yang sehat, namun ketika ikatan itu tidak terbentuk dengan baik, pemahaman tentang relasi yang sehat menjadi kabur.
Kepercayaan menjadi sesuatu yang sulit diberikan, seolah ada tembok tak kasat mata yang membuat mereka selalu waspada akan kemungkinan penolakan atau kekecewaan. Meski demikian, bukan berarti mereka tidak mampu membangun hubungan yang dalam, hanya saja dibutuhkan waktu dan usaha yang lebih besar dibanding orang lain.
2. Kebutuhan akan kemandirian
Ketika seseorang tidak merasakan kedekatan dengan orangtua semasa kecil, mereka cenderung mengembangkan kemandirian yang sangat kuat. Kebutuhan ini muncul sebagai bentuk adaptasi, di mana mereka belajar untuk tidak bergantung pada orang lain sejak dini.
Kemampuan mengelola diri sendiri, baik secara emosional maupun praktis, menjadi prioritas utama dalam hidup mereka. Namun terkadang, kemandirian yang berlebihan ini justru membuat mereka enggan meminta bantuan bahkan ketika benar-benar membutuhkannya.
3. Pencapaian tinggi
Menariknya, mereka yang tidak merasakan kedekatan dengan orangtua sering kali tumbuh menjadi individu dengan pencapaian tinggi. Dorongan untuk unggul dalam karir atau akademik seringkali muncul sebagai cara mencari pengakuan dan validasi yang tidak mereka dapatkan semasa kecil.
Namun di sisi lain, hal ini bisa berujung pada perfeksionisme yang berlebihan dan ketakutan akan kegagalan. Sikap ini kadang menciptakan tekanan yang berat dalam hidup mereka.
4. Kesulitan mengekspresikan emosi
Mereka yang tumbuh tanpa kedekatan dengan orangtua seringkali kesulitan mengungkapkan perasaan saat dewasa. Lingkungan yang tidak mendukung untuk mengekspresikan emosi di masa kecil membuat mereka terbiasa menyimpan segala perasaan sendiri.
Kebiasaan ini dapat menimbulkan rasa terisolasi dan mengganggu hubungan dengan orang lain. Kondisi ini sering membuat mereka perlu bekerja lebih keras dalam membangun kecerdasan emosional dan kemampuan berkomunikasi.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
