
Ilustrasi anak dan orang tua (Dok. Pexel)
JawaPos.com - Pujian sering dianggap sebagai bahan bakar semangat anak. Tapi jika diberikan dengan cara yang salah, justru bisa menjadi racun. Anak bisa tumbuh dengan rasa takut gagal, enggan mencoba, dan hanya melakukan sesuatu demi mendapat validasi.
Jika kamu terbiasa bilang "Good job!" atau "Hebat banget kamu!", sekarang saatnya melihat ulang dampaknya. Simak ringkasan penjelasannya dari kanal YouTube Hazie and Motherhood:
Dampak Pujian Menurut Penelitian
Sebuah riset terkenal dari Dr. Carol Dweck, profesor psikologi di Stanford University, pernah mengungkapkan fakta mencengangkan. Dalam eksperimen itu, sekelompok anak diberi tes sederhana.
Baca Juga: Penelitian Baru Ungkap Peran Bakteri Staph sebagai Pemicu Gatal Parah pada Kulit Eksim Kronis
Setelahnya, sebagian dipuji karena kepintarannya, sementara yang lain dipuji karena usahanya.
Hasilnya mengejutkan. Anak-anak yang dipuji karena pintar cenderung memilih tantangan yang lebih mudah. Sebaliknya, anak-anak yang dipuji karena usaha justru lebih tertarik mencoba tes yang lebih sulit, meski berisiko gagal.
Mereka juga bertahan lebih lama dan tetap antusias meski dihadapkan pada tantangan besar.
Intinya, cara kita memuji bisa menentukan apakah anak tumbuh dengan growth mindset, percaya bahwa kemampuan bisa berkembang lewat usaha, atau fixed mindset, yang membuat mereka takut salah dan terjebak dalam zona nyaman.
Mengapa "Good Job" Tak Selalu Baik
Dalam pendekatan Montessori, pujian yang bersifat evaluatif seperti “pintar” atau "hebat" tidak dianjurkan. Alih-alih mendorong, pujian semacam itu justru bisa membuat anak tergantung pada penilaian eksternal.
Anak yang tadinya menikmati kegiatan menyusun puzzle, misalnya, bisa berubah jadi selalu mencari validasi dari orang dewasa.
Dr. Maria Montessori menyebut bahwa terlalu sering memuji justru memadamkan motivasi alami anak. Mereka jadi melakukan sesuatu bukan karena ingin, tapi karena berharap dipuji.
Hal ini juga diamini oleh psikolog lain seperti Dr. Wendy Grolnick. Ia menyebutkan bahwa pujian yang berlebihan bisa membuat anak merasa bahwa tujuannya adalah menyenangkan orang tua, bukan menikmati proses belajar itu sendiri.
Bahkan, riset terbaru menunjukkan bahwa pujian seperti “kamu luar biasa banget!” bisa membuat anak enggan bereksplorasi karena takut tak mampu memenuhi ekspektasi tersebut.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
