
Ilustrasi interaksi antara orang tua dan anak yang menggambarkan pentingnya komunikasi, validasi, dan dukungan terhadap perasaan anak. (Freepik)
JawaPos.com-- Psikologi perkembangan anak menunjukkan bahwa, cara orang tua berbicara kepada anak akan membentuk bagaimana cara mereka berbicara orang tua dan orang di sekitar.
Dalam jangka panjang, komunikasi anak dan orang tua yang tidak dipupuk dengan baik tentunya menimbulkan efek yang kurang baik pula.
Salah satu efek tersebut yakni, memengaruhi harga diri, konsep diri, dan kemampuan menjalin hubungan yang sehat.
Seperti dilansir dari Youtube Pshcy2Go, berikut adalah delapan ucapan paling merusak yang sebaiknya dihindari oleh orang tua:
Ucapan ini sering keluar saat orang tua frustrasi melihat perilaku anak yang tidak sesuai harapan.
Namun, bertanya dengan nada menghakimi justru membuat anak merasa ada yang salah dalam dirinya. Mereka bisa mulai meragukan nilai diri dan merasa tidak diterima sebagaimana adanya.
Menjadi orang tua memang melelahkan, apalagi saat harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
Namun, secara langsung mengatakan bahwa Anda tidak punya waktu dapat membuat anak merasa diabaikan dan tidak penting. Sebaiknya, jelaskan dengan lembut dan pastikan Anda menebus waktu tersebut di lain kesempatan.
Membandingkan anak dengan saudara kandung atau teman sekelas bisa menimbulkan rasa tidak aman dan iri hati.
Anak akan merasa cinta Anda bersyarat dan harus "berprestasi" untuk mendapatkan penerimaan. Ini bisa menimbulkan tekanan psikologis yang dalam.
Anak butuh ruang untuk belajar dari kesalahan tanpa takut dihakimi. Kalimat seperti ini hanya akan membuat mereka merasa tidak layak dan takut mencoba hal baru.
Lebih baik dorong mereka untuk bangkit kembali dan yakinkan bahwa Anda tetap mencintai mereka meskipun mereka gagal.
Pertanyaan ini bisa muncul setelah anak gagal mencapai sesuatu, seperti tidak lolos seleksi atau tidak menang lomba.
Ucapan semacam ini mengabaikan upaya mereka dan bisa merusak harga diri anak, membuat mereka merasa tidak pernah cukup baik.
Gaya pengasuhan otoriter yang kaku dan tidak memberi ruang diskusi bisa berdampak negatif pada perkembangan sosial anak.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
