Ilustrasi anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal. (Freepik)
JawaPos.com - Setiap anak punya impian, dan tak jarang, impian itu berbeda dari harapan orang tuanya. Psikolog anak, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, menekankan bahwa agar anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri, orang tua harus belajar menarik diri dari keinginan pribadi mereka.
“Itu hidup anak, bukan hidup kita,” ujarnya, Rabu (23/4).
Menurut Prof. Rose Mini, banyak anak akhirnya salah jurusan atau tidak bisa bertahan di bangku kuliah karena pilihan mereka lebih didorong keinginan orang tua ketimbang minat pribadi.
Ia juga menekankan pentingnya memberi anak kesempatan untuk mencoba banyak hal agar mereka bisa tahu apa yang benar-benar disukai dan sesuai dengan kemampuan diri.
“Kalau anak tidak diberi pengalaman yang cukup, mereka tidak akan bisa membedakan apa yang cocok atau tidak untuk mereka. Biarkan mereka alami dan pilih sendiri,” paparnya.
Eksplorasi ini tak bisa terjadi kalau orang tua terlalu dominan dalam pengambilan keputusan. Semangat memberi ruang bagi anak untuk mengenali dirinya ini sejalan dengan kampanye “Your Choice, Their Future” dari Morinaga yang kembali mengajak para orang tua di Indonesia untuk lebih bijak dan sadar dalam membuat keputusan demi tumbuh kembang optimal anak.
Kampanye ini menyoroti tiga pilar penting yang berpengaruh besar pada masa depan anak: Atensi, Potensi, dan Nutrisi.
“Sebagai orang tua, kita memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang penuh kasih dan perhatian,” jelas Prof. Rose Mini.
Pilar atensi menjadi langkah pertama dalam membentuk masa depan anak. Ia menekankan bahwa kehadiran emosional orang tua sangat berdampak pada perkembangan anak, dan itu harus menjadi pilihan yang dilakukan setiap hari.
Namun, perhatian saja tidak cukup. Prof. Rose Mini juga menekankan pentingnya potensi, yakni bagaimana orang tua memberi stimulasi yang tepat sesuai tahap perkembangan anak.
“Periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah saat yang sangat menentukan. Orang tua harus aktif memberikan pengalaman dan rangsangan yang merangsang minat serta bakat anak,” paparnya.
Dengan begitu, anak bisa menemukan dan mengembangkan kecerdasan serta kemampuannya secara alami.
Pilar terakhir yang tidak kalah penting adalah nutrisi. Dr. Muliaman Mansyur, Health Communicator Kalbe Nutritionals, menyatakan bahwa pemberian nutrisi sejak dini sangat menentukan kesiapan anak menghadapi masa depan.
“Nutrisi yang tepat akan mendukung pertumbuhan otak dan fisik anak secara optimal. Ini adalah bekal utama untuk menjawab tantangan di masa depan,” katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
