Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 April 2025 | 02.15 WIB

Tanpa Sadar, 7 Sikap Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Merasa Mengecewakan

Ilustrasi seorang anak terlihat sedih saat berbicara dengan orang tuanya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang anak terlihat sedih saat berbicara dengan orang tuanya. (Freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh dengan perasaan bahagia dan penuh kasih sayang. Namun, dikutip dari geediting.com pada Minggu (6/4), ada kalanya orang tua tanpa sadar melakukan hal-hal yang justru membuat anak merasa tidak cukup baik atau menjadi sumber kekecewaan. Hal ini bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan emosional si anak.

Berikut adalah tujuh hal yang sering dilakukan orang tua tanpa sadar membuat anak merasa menjadi sumber kekecewaan.

1. Cepat Mengkritik, Lambat Memuji

Orang tua seringkali lebih mudah melihat kesalahan anak. Mereka cenderung cepat mengkritik tanpa menunda. Sebaliknya, pujian jarang diberikan meski ada pencapaian. Anak jadi merasa tidak pernah cukup baik di mata orang tuanya.

2. Membandingkan dengan Orang Lain

Membandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya sering dilakukan. Tujuannya mungkin untuk memotivasi. Namun, ini justru membuat anak merasa rendah diri. Mereka merasa tidak dihargai atas keunikan dirinya.

3. Menetapkan Ekspektasi Tidak Realistis

Orang tua punya harapan tinggi pada anak. Namun, harapan itu terkadang tidak realistis. Anak merasa tertekan untuk selalu sempurna. Kegagalan sekecil apa pun bisa terasa sangat berat.

4. Kurang Hadir Secara Emosional

Kehadiran fisik saja tidak cukup bagi anak. Mereka juga butuh kehadiran emosional. Orang tua yang sibuk atau tidak responsif secara emosi membuat anak merasa diabaikan. Mereka merasa tidak penting bagi orang tuanya.

5. Meremehkan Perasaan Anak

Perasaan anak, sekecil apa pun, perlu diakui. Orang tua yang meremehkan atau mengabaikan perasaan anak membuat mereka merasa tidak dipahami. Mereka jadi enggan berbagi dan menutup diri.

6. Terlalu Menekankan Prestasi

Prestasi memang penting, tapi bukan segalanya. Orang tua yang terlalu fokus pada prestasi akademik atau lainnya membuat anak merasa harga dirinya hanya diukur dari pencapaian. Mereka takut gagal dan merasa tidak berharga jika tidak berprestasi.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore