Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 00.03 WIB

5 Alasan Mengapa Pengalaman Buruk di Masa Kecil Bisa Membentuk Kepribadian Bermasalah di Masa Dewasa, Ini Penjelasannya

Ilustrasi anak kecil tampak murung. (Freepik) - Image

Ilustrasi anak kecil tampak murung. (Freepik)

JawaPos.com – Masa kecil merupakan periode penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Pengalaman yang dialami sejak dini, baik positif maupun negatif, dapat membentuk cara seseorang berpikir, dan merespons emosi.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa pengalaman buruk di masa kecil cenderung memiliki dampak yang lebih besar dalam membentuk sifat kepribadian bermasalah di masa dewasa.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Research in Personality mengungkap bahwa individu yang mengalami pelecehan, pengabaian, atau ketidakstabilan keluarga saat kecil lebih rentan mengembangkan sifat psikopatik, narsistik, dan Machiavellianisme.

Mereka mungkin tumbuh menjadi pribadi yang sulit mempercayai orang lain, kurang empati, atau bahkan cenderung manipulatif demi kepentingan pribadi.

Dilansir dari PsyPost, Jumat (14/3), penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana pengalaman masa kecil dapat membentuk kepribadian seseorang di masa dewasa.

Berikut adalah lima alasan mengapa pengalaman buruk di masa kecil dapat berkontribusi pada terbentuknya kepribadian bermasalah.

1. Pengalaman Traumatis Dapat Memicu Perilaku Antisosial

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengalami pelecehan fisik, emosional, atau pengabaian sejak kecil cenderung menunjukkan sikap yang lebih dingin dan kurang empati terhadap orang lain.

Hal ini disebabkan oleh mekanisme bertahan yang berkembang sebagai respons terhadap lingkungan yang penuh tekanan.

2. Ketidakstabilan Keluarga Meningkatkan Risiko Psikopati

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak stabil, seperti sering berpindah tempat tinggal, kekerasan dalam rumah tangga, atau kurangnya figur orang tua yang mendukung, lebih rentan mengembangkan sifat psikopatik.

Kurangnya keterikatan emosional sejak kecil dapat membuat mereka kurang peduli terhadap perasaan orang lain.

3. Kurangnya Dukungan Emosional Dapat Memicu Machiavellianisme

Machiavellianisme, atau kecenderungan untuk memanipulasi orang lain demi kepentingan pribadi, sering kali berkembang pada individu yang tidak mendapatkan dukungan emosional yang cukup di masa kecil.

Mereka belajar bahwa untuk bertahan hidup, mereka harus mengandalkan strategi manipulatif daripada membangun hubungan berbasis kepercayaan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore