Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 15.20 WIB

5 Cara Lembut Mendidik Anak Agar Tumbuh Menjadi Penurut Tanpa Kekerasan

ilustrasi 4 Cara Mendidik Anak Agar Sukses Sejak Dini: Bukan Soal Nilai, Tapi Soal Pola Asuh (Freepik) - Image

ilustrasi 4 Cara Mendidik Anak Agar Sukses Sejak Dini: Bukan Soal Nilai, Tapi Soal Pola Asuh (Freepik)

 
JawaPos.com - Setiap anak yang lahir ke dunia adalah anugerah, hadir dalam keadaan suci tanpa membawa karakter bawaan. Pembentukan sifat anak, termasuk sikap penurut atau tidaknya, sangat dipengaruhi oleh pola didik orang tua serta lingkungan sekitarnya.
 
Dilansir dari laman YouTube Ruang Edukasi, anak bukanlah objek, melainkan subjek yang perlu dipahami dengan cinta dan kelembutan. Mendidik mereka untuk menjadi penurut tidak harus dilakukan dengan bentakan, ancaman, atau paksaan.
 
Sebaliknya, pendekatan yang penuh kesabaran justru akan lebih efektif dalam membentuk karakter anak. Lalu bagaimana cara agar anak menjadi penurut tanpa kekerasan? Simak penjelasan berikut ini.
 
 
1. Gunakan Kalimat Berita, Bukan Perintah
 
Daripada berkata, “Jangan taruh mainan sembarangan!”, lebih baik gunakan kalimat seperti, “Mainannya diletakkan di lemari, ya.” Kalimat seperti itu membuat anak merasa dihargai karena ia diposisikan sebagai subjek, bukan objek.
 
Anak yang dilibatkan dengan kalimat yang positif akan belajar bertanggung jawab terhadap tindakannya. Mereka tidak merasa ditekan, melainkan dibimbing untuk menyadari apa yang seharusnya dilakukan.
 
2. Jelaskan Aturan dengan Bahasa yang Mudah Diterima
 
Daripada menegur dengan nada keras, sampaikan alasan dibalik aturan tersebut. Misalnya, “Mainannya dikembalikan ke tempat semula supaya tidak cepat rusak.”
 
Jika anak menolak, ajak dengan kalimat yang bersifat kolaboratif seperti, “Ayo kita bereskan bersama-sama.” Hindari mencela pribadi anak saat berbuat salah, cukup arahkan pada kesalahan perilakunya agar tidak melukai harga dirinya.
 
3. Hargai Keinginan Anak dengan Cara Bijak
 
Ketika anak ingin semua mainan di toko, bukan berarti ia tamak. Katakan dengan lembut, “Kamu boleh pilih satu saja ya sekarang, nanti kita beli lagi di waktu berikutnya.”
 
Lebih baik lagi jika orang tua membuat kesepakatan sebelum pergi berbelanja. Cara ini membuat anak tetap merasa keinginannya penting, tanpa harus menuruti semua permintaannya.
 
4. Hindari Ancaman dan Imbalan Berlebihan
 
Mengancam atau menyuap anak agar menuruti perintah hanya akan menjadikan mereka patuh karena takut atau mengharapkan hadiah. Contoh kalimat yang sebaiknya dihindari adalah, “Kalau kamu tidak bersihkan kamar, nanti ayah marah,” atau, “Kalau bersih, nanti mama kasih uang.”
 
Ketaatan anak seharusnya tumbuh dari kesadaran, bukan karena tekanan atau janji hadiah. Mengandalkan ancaman dan suap justru akan membuat anak kehilangan motivasi intrinsik untuk bertanggung jawab.
 
5. Berikan Pujian yang Membangun Semangat
 
Anak yang telah menaati perintah sebaiknya diberi pujian tulus seperti, “Terima kasih ya, kamu anak hebat dan bertanggung jawab.” Pujian membentuk rasa percaya diri dan membuat anak merasa dihargai.
 
Namun perlu diingat, pujian tidak sama dengan imbalan berupa barang. Pujian yang tepat justru dapat membangun semangat anak untuk melakukan lebih banyak kebaikan tanpa merasa dimanja.
 
Mendidik anak menjadi penurut bukan berarti menjadikannya pasif atau takut. Justru dengan cara yang lembut dan penuh pengertian, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, percaya diri, dan penuh kasih.
 
Mari bersama menjadi pendidik yang menyemai nilai-nilai positif sejak dini. Semoga tips ini bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore