Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Juli 2025 | 18.11 WIB

Tips Membangun Kepercayaan Diri Anak Usia Dini agar Lebih Berani Mengekspresikan Dirinya

Anak bermain dengan penuh semangat saat aktivitas bersama orang tua. (dok. Freepik) - Image

Anak bermain dengan penuh semangat saat aktivitas bersama orang tua. (dok. Freepik)

JawaPos.com - Kepercayaan diri adalah fondasi penting bagi anak sejak usia dini. Anak yang dibesarkan dengan keyakinan bahwa dirinya mampu dan layak dicintai akan lebih berani mengekspresikan diri, mencoba hal baru, serta menghadapi tantangan dengan lebih tenang.

Namun sayangnya, banyak orang tua tak sadar bahwa cara mereka menanggapi emosi dan tindakan anak justru bisa memperlemah rasa percaya diri. Kalimat seperti “udah dibilang jangan!” atau “malu-maluin aja” bisa tertanam dan membuat anak takut mencoba.

Dalam video bertajuk Joyful Courage in Parenting – Parent Teens – Casey O’Roarty yang diunggah di kanal YouTube Parent Coach Club pada 24 April 2023, Casey O’Roarty, seorang pelatih parenting dari Joyful Courage, menyampaikan bahwa anak-anak perlu merasa dilihat, didengar, dan dihargai untuk bisa tumbuh dengan kepercayaan diri yang sehat. “Anak akan belajar mencintai dirinya sendiri saat ia merasa dicintai, bahkan ketika dia melakukan kesalahan,” tegas Casey.

Sementara itu, akun Instagram @my_ideal_parenting, juga menekankan pentingnya validasi emosi sebagai bagian dari proses membangun kepercayaan diri. Dalam beberapa unggahannya, akun ini mengajak orang tua untuk berhenti mengecilkan perasaan anak dan mulai hadir secara utuh saat anak menunjukkan emosi negatif. Kalimat seperti “aku tahu kamu lagi marah, sini peluk dulu” dianggap jauh lebih membangun daripada sekadar menyuruh diam.

Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari:

1. Validasi Emosi Anak

Akui dan terima perasaan anak tanpa menghakimi. Anak yang didengar emosinya akan merasa dihargai.

2. Ciptakan Ruang Aman untuk Gagal

Alih-alih langsung membantu, biarkan anak mencoba. Gagal adalah bagian dari belajar.

3. Fokus pada Koneksi daripada Koreksi

Bangun hubungan emosional yang hangat sebelum memberikan arahan atau teguran.

4. Libatkan Anak dalam Keputusan Sehari-hari

Biarkan mereka memilih mainan, pakaian, atau camilan. Ini membentuk rasa tanggung jawab dan kepercayaan pada diri sendiri.

5. Berikan Pujian Spesifik dan Tulus

Hindari pujian kosong seperti “pintar banget,” dan ganti dengan, “kamu hebat karena terus berusaha walaupun susah.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore