Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 06.09 WIB

Orang Tua yang Terbiasa Dekat dengan Anak-anaknya Sering Kali Mengutamakan 5 Hal Berikut

Ilustrasi ibu dan anak. (Freepik)

JawaPos.com – Sebagai orangtua pasti menginginkan hubungan yang kuat dan penuh kasih dengan anak-anak.

Namun terkadang tanpa menyadarinya hal tersebut dapat melewati batas yang membuat mereka merasa tidak didengarkan, tidak dihormati, atau bahkan kewalahan.

Menghormati batasan bukan berarti menjauh melainkan membangun kepercayaan. Ketika anak merasa aman dan dihargai, mereka cenderung lebih terbuka, mencari nasihat, dan menjaga ikatan erat dengan kita seiring pertumbuhan mereka.

Dilansir dari laman Geediting, berikut 5 hal yang biasa dilakukan oleh orang tua hingga menjadikan dekat anak-anaknya.

  1. Menghargai privasi anak

Sebagai orangtua pasti tergoda untuk memeriksa pesan anak Anda, mendengarkan percakapan mereka, atau memeriksa barang-barang mereka terutama saat Anda mengkhawatirkan mereka.

Namun, terus-menerus mengganggu privasi mereka dapat lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaatnya.Anak-anak, seperti halnya orang dewasa, membutuhkan ruang pribadi.

Ketika mereka merasa tidak memiliki privasi, mereka mungkin mulai menyembunyikan sesuatu bukan karena mereka melakukan kesalahan, tetapi karena mereka tidak merasa aman untuk bersikap terbuka kepada Anda.

Kepercayaan adalah jalan dua arah. Jika Anda ingin mereka berbagi dunia mereka dengan Anda, tunjukkan bahwa Anda menghormati hak mereka untuk memiliki sedikit kemandirian. Kepercayaan itu akan memudahkan mereka untuk datang kepada Anda saat mereka benar-benar membutuhkan bantuan.

  1. Jangan pernah mengabaikan perasaan anak

Sebagai anak sangat mudah terpengaruh dalam hal perasaan, Karena bagi mereka siapa saja yang menyakiti perasaan mereka itu merupakan masalah besar dan mengabaikannya hanya akan membuat mereka merasa tidak didengarkan dan sendirian.

Anak-anak merasakan emosi sedalam kita, meskipun masalah mereka tampak kecil dari sudut pandang orang dewasa.

Saat kita meremehkan perasaan mereka entah itu rasa frustrasi karena suatu permainan, takut akan situasi baru, atau patah hati karena kehilangan persahabatan kita mengirimkan pesan bahwa emosi mereka tidaklah penting.

  1. Membiarkan anak untuk berkata tidak

Banyak orang tua yang mengharapkan anak mereka untuk patuh tanpa bertanya. Namun, memaksa mereka untuk selalu berkata ya justru dapat mempersulit mereka untuk membela diri di masa mendatang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore