Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 16.59 WIB

7 Alasan Anak Perlu Lebih Banyak Waktu Bermain dan Lebih Sedikit Kegiatan Ekstrakurikuler Sepulang Sekolah

Ilustrasi aktivitas anak sepulang sekolah (Freepik) - Image

Ilustrasi aktivitas anak sepulang sekolah (Freepik)

JawaPos.com – Memberikan waktu luang setelah sekolah memberi manfaat jangka panjang bagi perkembangan mental, emosional, dan sosial anak.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan aktivitas yang dilakukan anak di luar jam sekolah secara terstruktur dan rutin.

Menurut psikolog Dr. Peter Gray, kegiatan yang diarahkan sepenuhnya oleh orang dewasa justru menghambat kemampuan anak untuk berkembang secara alami.

Pemahaman tentang keseimbangan aktivitas anak penting agar tumbuh kembang mereka tidak terganggu oleh tekanan atau jadwal yang terlalu padat.

Berikut 7 alasan anak perlu lebih banyak waktu bermain dan lebih sedikit kegiatan ekstrakurikuler sepulang sekolah dilansir dari laman Parentfromheart, Senin (12/5):

1. Terlalu Banyak Aktivitas Menguras Energi

Penjadwalan yang berlebihan membuat anak kehilangan waktu istirahat setelah seharian di sekolah. Energi yang terkuras dapat mempengaruhi suasana hati dan kemampuan belajar.

Anak membutuhkan waktu untuk mengisi ulang tenaga agar tidak mengalami kelelahan kronis. Jadwal yang terlalu padat sering kali berujung pada stres sejak usia dini.

2. Permainan Bebas Meningkatkan Kemandirian

Ketika anak bermain secara bebas, mereka belajar membuat keputusan sendiri tanpa arahan langsung. Aktivitas seperti ini mendukung perkembangan rasa percaya diri dan keterampilan menyelesaikan masalah.

Bermain bebas mendorong anak untuk berinteraksi sosial secara alami. Kemandirian ini sulit dicapai melalui aktivitas yang sepenuhnya terstruktur.

3. Keterlibatan Berlebihan Menghambat Kreativitas

Anak yang terlalu sibuk dengan kegiatan terjadwal cenderung kekurangan waktu untuk eksplorasi spontan. Kreativitas muncul saat anak memiliki ruang untuk bosan dan menciptakan hiburannya sendiri.

Aktivitas tidak terarah memicu ide-ide baru dan memperkuat rasa ingin tahu. Jadwal yang padat justru membatasi ruang berpikir kreatif.

4. Risiko Gangguan Emosional Meningkat

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore