Ilustrasi pola asuh yang harus dihindari agar anak tidak menjadi pribadi yang sulit dikendalikan. (Freepik)
JawaPos.com - Pertumbuhan seorang anak sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan emosional yang terjalin bersama orang tua mereka selama masa perkembangan penting. Koneksi emosional yang kuat dan suportif berperan besar dalam membentuk cara anak berinteraksi serta mengelola perasaannya di kemudian hari.
Sayangnya, tidak semua anak mendapatkan dukungan emosional yang memadai dari sosok orang tua yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan penerimaan tanpa syarat.
Pengalaman dibesarkan oleh orang tua yang secara emosional tidak hadir dapat meninggalkan jejak mendalam yang termanifestasi menjadi pola perilaku tertentu saat dewasa. Melansir dari Geediting.com Sabtu (26/4), ada tujuh kebiasaan umum yang sering ditunjukkan orang dewasa dengan latar belakang masa kecil seperti itu.
1. Kesulitan Membentuk Kelekatan Aman
Satu di antara tantangan besar yang dihadapi adalah hambatan dalam membangun ikatan emosional yang stabil serta penuh rasa percaya dengan individu lain di usia dewasa. Mereka mungkin merasa cemas berlebihan atau justru menghindari kedekatan intim karena pengalaman kurangnya respons emosional di masa lalu yang membentuk pola pikir tersebut.
2. Berjuang Mengungkapkan Perasaan Sendiri
Mengekspresikan emosi secara terbuka dan sehat seringkali menjadi perjuangan berat bagi individu yang dibesarkan tanpa adanya validasi perasaan dari orang tua. Mereka mungkin merasa canggung, takut dihakimi, atau bahkan tidak mengenali apa sebenarnya yang sedang dirasakan di dalam diri mereka sendiri.
3. Terus Mencari Validasi dari Luar
Kebutuhan akan penerimaan atau pengakuan dari orang lain menjadi sangat menonjol karena kurangnya validasi yang diterima saat masih kecil dari sumber seharusnya. Mereka cenderung mendasarkan harga diri pada opini atau pujian dari lingkungan eksternal daripada memiliki keyakinan kuat pada nilai diri intrinsik mereka.
4. Memiliki Kebutuhan Kuat Akan Kendali
Rasa tidak aman atau ketidakpastian yang dialami di masa kecil karena pola asuh yang tidak stabil secara emosional bisa memunculkan dorongan kuat untuk mengontrol lingkungan sekitar. Mereka merasa lebih aman ketika segala sesuatu berjalan sesuai rencana dan sulit menoleransi ketidakpastian atau perubahan mendadak di kehidupan sehari-hari.
5. Cenderung Terlalu Mandiri dan Menolak Bantuan
Pengalaman harus mengandalkan diri sendiri dan tidak bisa bergantung pada orang tua untuk dukungan emosional membentuk mentalitas kemandirian ekstrem pada beberapa individu. Mereka mungkin merasa bahwa meminta bantuan adalah tanda kelemahan atau beban bagi orang lain, sehingga memilih menanggung semuanya sendirian.
6. Rasa Takut Mendalam Akan Ditinggalkan

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
