Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 15.30 WIB

Kenali Panduan Usia dan Cara Ajarkan Anak Literasi Keuangan Sejak Dini

8 Tips Dasar Bagi Orang Tua untuk Mengajari Anak tentang Literasi Keuangan - Image

8 Tips Dasar Bagi Orang Tua untuk Mengajari Anak tentang Literasi Keuangan

JawaPos.com - Di tengah makin kompleksnya urusan keuangan, kemampuan mengelola uang seharusnya tidak hanya diajarkan saat seseorang beranjak dewasa. Justru, semakin dini anak belajar soal uang, makin besar peluang mereka tumbuh jadi pribadi yang bijak secara finansial. 

Family financial planner Rista Zwestika menegaskan, anak-anak bisa mulai dikenalkan konsep uang sejak dini. Saat anak masih kecil, yang dikenalkan cukup soal bentuk uang, fungsi sederhana, serta kebiasaan menyimpan sebagian dan memakai sebagian.  

"Banyak anak yang menganggap uang hanya untuk dibelanjakan karena itu yang paling sering mereka lihat," ujar Rista Zwestika CFP WMI. Untuk mengubah mindset itu, tanamkan bahwa uang punya banyak fungsi.  

"Gunakan analogi sederhana. Misalnya, uang itu seperti benih: bisa dimakan (dibelanjakan), ditanam (ditabung), atau dikembangkan jadi pohon besar (investasi)," lanjutnya.  

Agar lebih konkret, orang tua bisa membuat tiga kotak atau celengan terpisah yang dilabeli: Belanja, Tabungan, dan Investasi/Impian. Setiap kali anak menerima uang, ajak mereka membaginya ke tiga pos itu. “Dari Rp 10.000 misalnya, Rp 4.000 untuk belanja, Rp 3.000 ditabung, Rp 3.000 untuk impian seperti beli mainan besar atau sepeda,” jelas Rista.  

Bagi anak-anak usia 7–9 tahun, Rista menyarankan untuk mulai mengajarkan perbedaan kebutuhan dan keinginan. “Bisa lewat kegiatan menyusun daftar belanja, lalu diskusi: mana yang wajib dibeli, mana yang bisa ditunda?” katanya. Pemberian uang saku mingguan juga efektif untuk mengajarkan kontrol diri dan perencanaan. 

Masuk usia 10–12 tahun, anak sudah bisa diajak membuat anggaran sederhana dan dikenalkan pada rekening tabungan di bank. “Ajak mereka review pengeluaran. Tanyakan, ‘Apa yang bisa kamu hemat minggu ini?’ Itu bagus untuk membangun kesadaran,” ujarnya.  

Bila anak sudah remaja, konsep investasi dan risiko bisa mulai dikenalkan. Misalnya melalui reksa dana syariah atau emas digital dengan pendampingan. “Diskusikan juga soal budgeting bulanan, dana darurat, bahkan pengeluaran rumah tangga kecil agar mereka lebih sadar realita,” imbuhnya.  

Orang tua bisa menjelaskan konsep uang dengan cara menyenangkan lewat media yang dekat dengan dunia anak. Misalnya, buku cerita, komik edukatif, atau permainan jual beli. Tak lupa, libatkan anak dalam proses nyata. Tunjukkan saat mentransfer uang ke tabungan, ajak cek grafik harga emas, atau beri tantangan kecil seperti menabung Rp50.000 dalam 3 minggu.  

“Kalau berhasil, beri reward kecil. Itu bisa menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri mereka,” lanjut Rista. 

Kapan Anak Bisa Mulai Belajar Mengelola Uang?

Menurut Rista, usia 3–4 tahun sudah ideal untuk mengenalkan konsep dasar uang. "Semakin dini, semakin baik, asal disesuaikan dengan tahap berpikir anak," ujarnya.

Berikut tahapan usia dan pendekatan yang bisa dilakukan orang tua:

Usia 3–6 Tahun

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore