
Ilustrasi ibu dan anaknya. (Freepik)
JawaPos.com - Apakah Anda pernah merasa lelah mengurus rumah dan anak-anak namun merasa tidak dihargai? Sebagai orang tua, wajar jika kita sesekali merasa seperti itu. Anak-anak tidak secara otomatis memahami betapa besar pengorbanan orang tua. Rasa terima kasih perlu diajarkan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari
Ada beberapa strategi psikologis yang bisa diterapkan agar anak-anak lebih menghargai Anda. Dikutip dari geediting.com pada Selasa (25/3), berikut adalah delapan cara efektif yang bisa Anda coba di rumah.
1. Dorong Dialog Terbuka
Dulu, diasumsikan bahwa anak seharusnya tahu betapa berterima kasihnya mereka pada orang tua. Ternyata, anak-anak membutuhkan komunikasi eksplisit untuk memahami peran orang tua. Mendorong dialog terbuka berarti menciptakan ruang aman bagi anak untuk berbagi pemikiran dan perasaan. Ketika anak merasa nyaman berbicara, mereka lebih sadar akan timbal balik emosional dalam keluarga.
Jika anak berani mengungkapkan frustrasi atau kegembiraan, Anda bisa mengatakan, "Ibu/Ayah menghargai ketika kamu mengucapkan terima kasih." Ini juga bisa berarti, "Sangat berarti ketika kamu memperhatikan bantuan Ibu/Ayah." Penelitian menunjukkan bahwa anak yang belajar mengartikulasikan emosinya cenderung membentuk ikatan yang lebih kuat. Ikatan yang kuat ini sering kali menghasilkan ekspresi rasa terima kasih yang lebih konsisten.
2. Libatkan Mereka dalam Tanggung Jawab
Memberikan tanggung jawab kepada anak bukan hanya meringankan beban Anda. Ini adalah cara terbukti untuk meningkatkan rasa penghargaan mereka. Anak-anak mulai memahami usaha di balik tugas sehari-hari ketika mereka berpartisipasi.
Sebelum tugas-tugas kecil diperkenalkan kepadanya, anak hampir tidak menyadari apakah ruang keluarga berantakan. Namun, setelah mulai membantu membereskan mainan dan menyapu lantai, kesadarannya terhadap usaha yang dilakukan orang tua pun meningkat.
Ketika anak-anak berpartisipasi dalam pekerjaan rumah, mereka belajar tentang waktu dan energi yang dibutuhkan. Hal ini membantu mereka menghargai upaya orang tua dalam menjaga rumah tetap nyaman. Selain itu, rasa tanggung jawab yang tumbuh dari pengalaman ini juga mendorong kemandirian.
3. Berikan Pujian yang Spesifik
Pujian yang umum seperti "anak pintar" memang baik, tetapi pujian yang spesifik lebih efektif. Alih-alih hanya mengatakan "terima kasih," coba katakan, "Terima kasih sudah membantu Ibu/Ayah mencuci piring, itu sangat membantu." Pujian spesifik menunjukkan bahwa Anda benar-benar memperhatikan tindakan baik mereka.
Ketika Anda memberikan pujian yang spesifik, anak-anak tahu persis perilaku apa yang Anda hargai. Ini mendorong mereka untuk mengulang perilaku positif tersebut di masa depan. Pujian yang tulus dan spesifik juga membangun harga diri anak. Mereka merasa dilihat dan dihargai atas usaha mereka.
4. Jadi Contoh yang Baik
Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar. Jika Anda ingin anak-anak menghargai Anda, tunjukkan rasa terima kasih kepada orang lain. Ucapkan terima kasih kepada pasangan, anggota keluarga lain, atau bahkan pelayan di restoran. Ketika anak-anak melihat Anda bersikap menghargai, mereka akan meniru perilaku tersebut.
Menunjukkan rasa terima kasih dalam tindakan sehari-hari adalah pelajaran yang sangat berharga. Anak-anak akan belajar bahwa mengucapkan terima kasih adalah bagian penting dari interaksi sosial. Selain itu, bersikap sopan dan menghargai kepada orang lain juga menciptakan lingkungan keluarga yang positif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
