Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Oktober 2026 | 19.00 WIB

Mobil Bekas Jadi Alternatif saat Harga Mobil Baru Makin Mahal

Pengunjung menyaksikan Expo Mobil Bekas di Maspion Square, Surabaya. (Dok/JawaPos.com) - Image

Pengunjung menyaksikan Expo Mobil Bekas di Maspion Square, Surabaya. (Dok/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Harga mobil baru yang terus meningkat membuat pasar mobil bekas tetap menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan dengan anggaran terbatas.

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai, mobil bekas masih menjadi pilihan rasional bagi banyak keluarga ketika kemampuan membeli kendaraan baru semakin terbatas.

“Volume transaksinya diperkirakan sudah sekitar dua kali lipat dibanding pasar mobil baru,” kata Yannes dalam bahan wawancara dengan JawaPos.com.

Menurut Yannes, MPV bekas dengan harga di bawah Rp 200 juta menjadi salah satu jenis kendaraan yang banyak dicari. Segmen tersebut menawarkan ruang kabin yang relatif lega untuk kebutuhan keluarga dengan harga pembelian lebih rendah dibandingkan sejumlah mobil baru.

Pilihan mobil bekas juga memungkinkan konsumen memperoleh kendaraan dengan ukuran atau kelas lebih tinggi dibandingkan mobil baru pada anggaran yang sama. Namun, keputusan tersebut perlu disertai pemeriksaan kondisi kendaraan, riwayat servis, dan potensi biaya perbaikan.

Yannes menjelaskan, konsumen kini membandingkan nilai yang diperoleh dari setiap rupiah yang dibelanjakan. Mobil bekas berukuran lebih besar dapat berhadapan langsung dengan mobil baru yang menawarkan garansi dan fitur lebih lengkap.

Persaingan tersebut membuat keputusan membeli kendaraan tidak lagi ditentukan oleh usia kendaraan semata. ''Konsumen perlu menilai harga, kelengkapan fitur, keamanan, garansi, efisiensi bahan bakar, hingga biaya perawatan,'' tukasinya.

Di sisi lain, memperpanjang usia kendaraan yang sudah dimiliki juga menjadi pilihan untuk menekan pengeluaran. Selama kondisi mobil masih layak dan biaya perbaikannya terkendali, pemilik dapat menunda pembelian kendaraan baru.

Namun, mempertahankan mobil lama bukan berarti selalu lebih murah. Kendaraan berusia lebih tua dapat membutuhkan penggantian komponen, perbaikan mesin, atau perawatan tambahan. Karena itu, biaya perawatan perlu dibandingkan dengan cicilan dan biaya kepemilikan mobil pengganti.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore