
Deretan kendaraan listrik BYD. (The New York Times)
JawaPos.com - Militer Amerika Serikat (AS) melarang kendaraan buatan BYD memasuki Pangkalan Udara Kadena di Okinawa, Jepang. Kebijakan ini diambil karena kekhawatiran terhadap potensi risiko keamanan dari teknologi digital yang terpasang pada kendaraan.
Larangan tersebut berlaku untuk berbagai jenis kendaraan BYD, mulai dari mobil penumpang, bus listrik, hingga truk listrik. Taksi, kendaraan pengiriman, dan kendaraan milik kontraktor juga tidak diperbolehkan memasuki kawasan pangkalan.
Dikutip dari Reuters Selasa (27/10/2026), kekhawatiran militer AS berkaitan dengan potensi pengumpulan informasi sensitif melalui kamera dan sensor yang terpasang pada kendaraan modern.
Seperti diketahui, kendaraan modern saat ini dilengkapi berbagai teknologi digital, seperti kamera, sensor, sistem navigasi, dan fitur konektivitas. Teknologi tersebut membantu pengemudi, tetapi juga memiliki kemampuan merekam kondisi di sekitar kendaraan.
Di lingkungan militer, kemampuan itu dikhawatirkan berpotensi mengungkap informasi sensitif, termasuk fasilitas, peralatan, dan aktivitas personel di dalam pangkalan.
Letnan Kolonel Alli Stormer dari Pangkalan Udara Kadena menyatakan kendaraan BYD berpotensi menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dimitigasi dalam pelaksanaan misi militer.
Meski demikian, pihak militer tidak merinci teknologi tertentu yang menjadi dasar kekhawatiran tersebut. Larangan ini juga tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa BYD telah melakukan kegiatan mata-mata.
Berlaku di Pangkalan Udara Kadena
Pangkalan Udara Kadena terletak di Okinawa, Jepang, sekitar 1.600 kilometer di barat daya Tokyo. Fasilitas ini merupakan salah satu pangkalan strategis militer AS di kawasan Asia-Pasifik.
Karena perannya dalam mendukung operasi militer di kawasan, keamanan fasilitas dan informasi menjadi perhatian utama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022