
Ilustrasi pengguna mobil listrik melakukan pengisian daya pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dikelola PLN. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia terus meluas melalui skema kolaborasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan swasta.
Hal itu sejalan dengan target pemerintah untuk menyediakan puluhan ribut unit SPKLU pada 2030. "Berlandaskan komitmen yang berfokus pada kebutuhan pelanggan, iGreen+ bersama Pos Indonesia, PLN, serta seluruh mitra ekosistem bertekad memperluas hingga 200 titik SPKLU demi menghadirkan pengisian daya yang andal dan mudah dijangkau oleh pengguna, sekaligus mengakselerasi Indonesia menuju Net Zero Emission 2060," kata CEO PT Niscala Energi Indonesia (iGreen+) saat meresmikan fasilitas pengisian daya ultra cepat di Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Jakarta, Rabu.
Fasilitas tersebut, menyajikan setidaknya enam unit Ultra Fast Charger DC berkapasitas 120 kW dengan konektor CCS2 di lokasi tersebut. Penyediaan SPKLU di titik tersebut melibatkan kolaborasi dengan PT Pos Indonesia untuk penyediaan lahan, sementara pasokan listrik didukung oleh PT PLN (Persero).
Operator tersebut mengoperasikan 19 stasiun aktif dengan 132 perangkat charging gun (pengisian daya) yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali untuk mendukung ekosistem elektrifikasi secara nasional. Perusahaan tersebut juga sedang menyiapkan lima stasiun baru yang ditargetkan bisa beroperasi dalam waktu dekat.
Pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU untuk periode 2025-2030 sebagai acuan perencanaan pengembangan SPKLU di Indonesia. Aturan tersebut diterbitkan untuk mendukung percepatan penyediaan SPKLU dengan mempertimbangkan distribusi lokasi dan tipe teknologi pengisian.
Baca Juga:PLN Tambah SPKLU Sepanjang Periode Mudik
Sementara itu, menurut data PLN, konsumsi listrik pada SPKLU mencapai 62,4 juta kilowatt hour (kWh) hingga Juni 2026. Capaian selama enam bulan tersebut melampaui konsumsi listrik SPKLU sepanjang 2025 yang sebesar 48,5 juta kWh atau tumbuh 28 persen. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
